Beranda - Covid19 - PDP yang Meninggal di RSUD Padang Panjang Negatif Covid-19

PDP yang Meninggal di RSUD Padang Panjang Negatif Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar. com, Padang Panjang –  Asnidar, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD Padang Panjang, 20/4/2020, ternyata negatif covid-19, alias tidak terpapar corona.

“Hasil swab testnya telah diterima pihak RSUD Padang Panjang  dari laboratorium UNAND Rabu, 22/4/2020 pagi tadi” kata  juru bicara Gugus Tugas PPVC, Nuryanuwar kepada The Public ( grup spiritsumbar), Rabu (22/4/2020) siang ini.

Almarhum berjenis kelamin perempuan, usia 59 tahun yang berasal dari Tanjung Barulak, Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat  masuk ke rumah sakit, Ahad, 19/4/2020 dengan diagnosa penyakit jantung, lambung dan paru-paru. Sehari dirawat, Senin, 20/4/2020  dia menghembuskan nafas terakhir.

Karena berstatus PDP, almarhum yang pernah melakukan perjalanan ke daerah pandemik covid-19 di pulau Jawa ini,  dimakamkan sesuai protap nasional  pemakaman jenazah covid-19 dengan kawalan pihak kepolisian di Jorong Pulok Aia Nagari, Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh.

Seperti  yang diberitakan   spiritsumbar.com sebelumnya, ini merupakan PDP kedua meninggal yang pernah ditangani RSUD Padang Panjang.

Pertama seorang guru SD yang dirujuk dan meninggal di  RS M. Djamil Padang, Ahad, 12 April 2020. Dari hasil swab testnya belakangan diketahui warga kota Padang Panjang yang berkampung halaman  di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar itu, juga negatif Covid-19.

Nuryanuwar  menambahkan, Selama merawat  untuk pasien dalam pengawasan    tim medis sudah memakai APD standar. Kepada masyarakat dihimbaunya untuk mentaati peraturan yang telah ditetapkan Pemerintah.

Pakai masker terutama ke luar rumah,  jaga jarak aman, jaga kebersihan diri dan lingkungan, diam di rumah, konsumsi makanan sehat dan bergizi, terutama vitamin  D dan C. Vitamin D bisa didapat dengan cara berjemur dibawah mentari pukul 10 pagi sekitar 15-30 menit (Yetti Harni)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

H. Taslim Dt Tambogo bersilaturahmi dengan tetua Silek Sidi Marajo di Sasaran Silek Tuo dan Dt Kayo dari perguruan Silek Tuanku Nan Rinceh Kamang

Taslim : Silek, Budaya Luhur Yang Tak Boleh Lekang

Karakatau madang di hulu. Ba buah ba bungo balun Marantau bujang dahulu  Di kampung ba ...