Minggu , 19 September 2021
Depan - Headline - Pasbar Masih Aman dari Titik Api
Kebakaran lahan di Pasaman Barat
Kebakaran lahan di Pasaman Barat

Pasbar Masih Aman dari Titik Api

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Simpang Empat – Badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Pasaman Barat meminta masyarakat Pasaman Barat waspada kebakaran lahan dan permukiman.Pasalnya saat ini Pasaman Barat dilanda cuaca ekstrim dan panas bahkan beberapa hari lalu tiga hektera lahan gambut dan kebun kelapa sawit hangus terbakar.

Pasca kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit di Nagari Ujung Gading beberapa hari lalu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman Barat meminta masyarakat meningkat kewaspadaan terjadinya kebakaran terutama masyarakat yang memiliki lahan gambut dan perkebunan kelapa sawit.

Sejak beberapa minggu belakangan ini Pasaman Barat memasuki musim kemarau dan panas akibatnya rawan akan terjadinya kebakaran lahan dan permukiman terlebih untuk kawasan gambut dan permukiman padat penduduk.
Artikel Lainnya

loading…


Kepala BPBD Kabupaten Pasaman Barat,Tri Wahluyo kepada awak media mengatakan,kamarin kebakaran lahan kembali terjadi di pasaman barat,akibatnya BMKG menetapkan pantauan beberapa titik panas di wilayah pasaman barat,Sebutnya,senin 30 Oktober 2017.

Namun hingga hari ini tambahnya lagi, titik panas tersebut sudah mulai hilang  dan berhasil di padamkan oleh tim gabungan yang turun ke lokasi beberapa waktu lalu meski demikian hingga hari ini BPBD melalui BMKG masih melakukan pemantauan dan koordinasi agar tidak terjadi lagi kebakaran lahan di Pasaman Barat.

Di sisi lain,BPBD menghimbau masyarakat yang berladang atau membuka lahan baru tidak membakar sembarangan,karena akan berakibat terhadap kebakaran lahan skala besar dan merusak ekosistim atau lahan produktif lainnya.

Berdasarkan pantauan BPBD,hingga hari ini titik panas di Pasaman Barat masih aman,namun hal itu bisa saja berubah seiring dengan kondisi panas yang terus menerus di Pasaman Barat dan luas lahan gambut atau perkebunan di Pasaman Barat,” terangnya. (Af)

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...