Minggu , 19 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Pasang Patok Tanah, Puluhan Warga Vila Tama Sambangi BPN

Pasang Patok Tanah, Puluhan Warga Vila Tama Sambangi BPN

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Puluhan warga Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, datangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Dharmasraya pada Senin siang (14/6/2021)

Akibat Kedatangan puluhan warga tersebut, menyusul adanya pemasangan patok hak milik yang dilakukan oleh Oknum Petugas Kanwil dan BPN Kabupaten Dharmaraya bersama intasi terkait pada tanah di Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung tersebut pada Kamis (10/6/2021).

Puluhan warga yang datangi kantor BPN kabupaten Dharmasraya itu, juga terdapat sejumlah Anggota Polres Dharmasraya, Asisten III Pemkab Dharmasraya dan PNS Dinas Kesehatan Dharmasraya serta sejumlah pegawai serta warga yang menghuni perumahan Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh sudah puluhan tahun lalu.

Sementara itu perwakilan warga, Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh Hurmal (52) yang di11temui awak media mengatakan kedatangan mereka ke BPN, karena patok hak milik yang dipasang oleh petugas BPN sudah meresahkan. ,kata di lakukan oleh Petugas BPN Pada hari Kamis (10/07/2021)

Kita mempertanyakan apa dasar BPN melakukan pemasangan patok di atas tanah,tersebut tidak memberitahukan dan kami telah memiliki sertifikat secara sah dari BPN. Di mana keselahan kami selama ini kami tinggal sudh puluhan tahun di Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh.

“Warga yang tinggal di vila Tama itu, semuanya telah memiliki sertifikat sendiri-sendiri, dan saya sendiri miliki tanah seluas 4,8 Hektar, belum lagi warga lainya,” ucapnya

Ditambahkan Mirisnya lagi, mengaku memiliki sertifikat induk tahun 1981 itu mengaku,dan saat ini warga tidak bisa menjadikan sertifikat sebagai jaminan dalam peminjaman di Bank.”Anehnya, pihak BPN setempat mengatakan sertifikat milik warga tidak bisa digadikan ke bank,” lantas bagai mana sertifikat tanah yang di miliki oleh pemilik rumah Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh yang di keluarkan oleh BPN tersebut.ucapnya

Sementara itu Kepala Kantor BPN Kabupaten Dharmasraya Ahmad Yahdi yang ditemui awak media di kantornya setelah pertemuan dengan warga Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh mengatakan iya benar tadi ada warga penghuni, Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh. Mempertanyakan tentang saat Pihak BPN kabupaten Dharmasraya pasif atau menunggu tentang penyelesaikan pemasalahan ini semoga tuntas.

Memang berapa hari lalu Pada hari Kamis (10/6/2021).Ada kegiatan pemasangan patok batas,itu ada adalah tentang adanya perintah dari pihak Polda Sumbar ke kanwil BPN Sumatera Barat,tidak lanjut tentang penyelsaian tapal batas kedua belah pihak antara kamal yang bertetangga lansung dengan zulfikar.yang jadi masalah selama ini dan itu pun adalah perintah polda memohon kepada kanwil BPN Sumatera Barat dan Petugas Pengukuran BPN kabupaten Dharmasraya,ini TIM nya sudah lama dalam rangka penyelesaikan dalam masalah itu ucap Kepala Kantor BPN Kabupaten Dharmasraya Ahmad Yahdi.

Kita sebagai pihak BPN Dharmasraya menunggu,karena BPN itu pasif,natik akan di ikutkan dalam penyeselesaian tersebut.Mungkin natiknya penyelesaian natiknya di polda nantiknya,Dalam penertibtan keduanya sertifikat antara kamal yang bertetangga lansung dengan zulfikar sama penerbitan tahunnya kalau tidak salah pada tahun 1981 kata Kepala Kantor BPN Kabupaten Dharmasraya Ahmad Yahdi.
Kemudian tentang Kepemilikan sertifikat tanah pemilik perumahan Vila Tama, Jorong Padang Candi, Nagari Sungai Dareh yang di miliki warga tersebut,tetap Sah karena mereka memiliki sertifikat yang sah dari BPN kabupaten Dharmasraya.

Kasusnya saat ini di pihak Polda Sumbar bukan di BPN dan kita tunggu saja penyelesaian sengketa tanah tersbut dioleh pihak polda sumbar tegas nya Kepala Kantor BPN Kabupaten Dharmasraya Ahmad Yahdi (eko)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...