Jumat , 25 September 2020
Beranda - Sumbar - Agam - Pandemi Covid-19, China Untung Besar
H. Taslim Dt. Tambogo saat berdiskusi ringan dengan awak media
H. Taslim Dt. Tambogo saat berdiskusi ringan dengan awak media

Pandemi Covid-19, China Untung Besar

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Corona virus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona tidak hanya merenggut banyak korban jiwa, tapi juga berdampak pada kehidupan dan pola kesehatan masyarakat.

Malahan, juga menimbulkan kepanikan dan berbagai dampak psikologi lainnya. Pada akhirnya, masyarakat justru menilai virus tersebut hanya alat propaganda untuk kepentingan pihak tertentu. Apalagi, diawal penyebaran dengan korban yang meninggal seperti zombi, seakan hanya rekayasa.

Puncak ketidakpercayaan masyarakat makin kentara. Mereka nekat mengambil mayat saudara mereka di rumah sakit. Agar dikuburkan secara lazim, tanpa mengikuti protokol kesehatan covid-19.

“Masyarakat menilai, dampak virus ini sengaja digembar gemborkan untuk kepentingan tertentu. Malahan media, seakan juga dimanfaatkan untuk kepentingan ini dengan penetrasi relis yang luar biasa,” ujar H. Taslim Dt. Tambogo, Anggota DPR RI periode 2009 -2014.



Taslim yang juga Calon Bupati Agam ini menilai yang paling diuntungkan dengan penyebaran virus asal China ini justru China itu sendiri.

“Perlengkapan dan peralatan kesehatan menghadapi virus ini didatangkan dari China. Begitu juga vaksin, berharap dari China. Seakan-akan, China dianggap sebagai penyelamat untuk membunuh virus ini. Padahal, awal munculnya virus ini justru dari China,” ujar Mantan Anggota DPRD Sumbar 2 periode ini.

Taslim juga tak habis pikir, beberapa produk yang diimpor dari China ini justru bisa dibikin sendiri di Indonesia. Anehnya, masih tetap mendatangkan produk tersebut dari China.



Menurut Mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat ini, China benar benar mampu memanfaatkan momen pandemi Covid-19.

“Virus Corona juga merubah pola pembelajaran tatap muka dengan daring. Dengan pembelajaran daring, memaksa semua pelajar punya smartphone. Bahkan sampai ke tingkat sekolah dasar. China telah mengantisipasi dari awal dengan membombardir Indonesia dengan produk smartphone murah beragam merk dan tipe,” ujarnya.

Sementara masyarakat Indonesia hanya menjadi objek dari pemasaran produk China. “Padahal kita mampu menciptakan produk yang sama. Namun, tentu saja harus dapat dukungan pemerintah melalui regulasi dan berbagai kemudahan. Kalau tidak, kita akan selalu menjadi pasar empuk bagi negara lain,” ujarnya. (Salih)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ini Nomor Urut Paslon Bupati /Wakil Bupati Limapuluh Kota Yang Akan Bertarung di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Limapuluh Kota – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota gelar rapat pleno terbuka pencabutan ...