Pakar Otda Tanggapi Kemarahan Jokowi pada Sejumlah Menteri

oleh

Pemimpin marah lazimnya karena anak buah tidak bekerja dengan baik. Ancaman Covid 19 yang membahayakan 267 juta jiwa rakyat Indonesia tidak ditangani anak buah dengan tepat, cepat, dan seksama. Lain yang diminta presiden, lain pula yang dikerjakannya. Lain yang gatal, lain pula yang digaruknya. Atau kalau ada yang dikerjakan, pekerjaan itu jauh dari target dan harapan pimpinan.

Atau ketika regulasi sudah jadi, perintah diturunkan berkali-kali, tapi eksekusinya berjalan lamban sekali. Melihat kelakuan anak buah kayak begini, mana ada pemimpin yang tidak “angry” (berang).  Untunglah Presiden Jokowi marahnya masih terkendali, tidak sampai memaki-maki. Banyak pemimpin di dunia pemerintahan yang kalau marah dengan gampang melontarkan nama-nama fauna di kebon binatang.

Sesudah marah reda apa tindak lanjutnya? Kalau anak buah tidak juga berubah, pemimpin harus menindaknya dengan tegas, alias dicopot saja. Bukankah mutasi perkara biasa dalam suatu organisasi birokrasi? Bisa saja dia dipindah ke tempat lain, yang lebih sesuai kemampuannya.

Menarik dibaca