Beranda - Berita Pilihan - Padang Panjang Di Musim Corona, Sekolah & Pariwisata Dibuka Dengan Protokol Kesehatan Covid
Kauman Padang Panjang
Kauman selain sebagai pusat pendidikan juga menjadi objek wisata edukasi di Padang Panjang. Sebagian santri disinipun telah mulai sekolah tatap muka dengan menerapkan menerapkan protocol kesehatan covid-19.

Padang Panjang Di Musim Corona, Sekolah & Pariwisata Dibuka Dengan Protokol Kesehatan Covid

Print Friendly, PDF & Email

Padang Panjang, spiritsumbar – Kegiatan proses belajar mengajar (PBM) di sebagian sekolah/pesantren yang berasrama di Padang Panjang, begitu juga kegiatan pariwisata, mulai bergerak Juli 2020 ini. Sistemnya, mengikuti aturan protokol kesehatan covid-19. Sebab, kasus Covid-19 masih muncul di tanah air, juga di kota kecil ini.

Kegiatan sekolah pada sebagian sekolah/pesantren yang berasrama (boarding school) itu, seperti diungkap oleh Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Kota Padang Panjang, Ampera Salim, mengutip Kadis Pendidikan, Tabrani, dimulai sekitar minggu ke tiga-empat Juli 2020 ini. Sebelum itu, setiap murid mengikut uji sampel swab.

Jika, hasil uji sampel swab itu ada yang positif tertular Covid-19, siswa bersangkutan harus menjalani isolasi hingga sembuh (negatif Covid-19). Bentuk aturan lain, sesuai kesepakatan sekolah, Kemenag dan Pemko setempat, siswa di kelas, asrama dan tempat lain harus memakai masker dan jaga jarak fisik minimal 1 meter.

Sedang kegiatan pariwisata, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kota Padang Panjang, Maiharman, terpisah menyampaikan pengunjung obyek wisata harus pakai masker. Jaga jarak fisik dan sering cuci tangan dengan sabun pada air  mengalir. Karena itu, di obyek wisata telah disedikan wastafel.

Karena, di tengah pandemi Covid-19, kata Maiharman didampingi Sekretaris, Hendra Putra, dan Kabid Pariwisata, Medi Rosdian, kita mesti bisa memberi kepercayaan public bahwa kegiatan pariwisata di Padang Panjang mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Dengan begitu, orang percaya, tidak was-was datang ke kota ini.

Di Padang Panjang, kota pelajar di pertigaan jalan darat jantung Sumatera itu selain terdapat banyak sekolah dan pesantren plus perguruan tinggi, juga cukup banyak obyek wisata alam, sejarah, budaya dan keluarga (lihat tabel dibawah).

Seperti juga umumnya daerah lain di tanah air, Padang Panjang di bawah pimpinan Walikota/Wakil Walikota Fadly Amran–Asrul juga menerapkan aturan pola hidup normal baru di tengah Covid-19 sejak minggu kedua Juni 2020. Dengan pertimbangan, pertama,  25 orang warganya yang tertular Covid-19 dari April-Mei sudah sembuh.

Kedua, sejalan pandangan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada video conference (Vidcon) sebelum 8 Juni 2020, tidak mungkin orang lama-lama di rumah. Mereka harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, kemampuan keuangan pemerintah membantu biaya hidup warga juga terbatas.

Tapi setiap orang dalam melakukan kegiatan di luar rumah itu harus menjaga diri, agar tidak tertular Covid-19. Caranya, cegah virus SARS-CoV2 penyebab penyakit Covid-19 itu masuk ke dalam tubuh dengan memakai masker, jaga jarak fisik dengan orang lain; dan sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,

Upaya berikutnya, jaga/perkuat imun tubuh untuk melawan/mengatasi virus SARS-CoV2 itu dari dalam. Caranya, makan yang cukup dengan gizi seimbang; konsumsi suplemen herbal seperti minum air rebusan kunyit, jahe dan serai; olahraga yang cukup, tidur 7-8 jam di malam hari, berdoa dan berfikir positif.

Perlunya usaha mencegah/mengatasi Covid-19 tadi menurut Nuryanuwar, karena pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan usai. Bahkan, di tingkat nasional seperti dilansir media nasional, kasus Covid-19 itu sejak Juni kemari bergerak naik di atas 1.300-an kasus perhari.

Di Sumatera, sebagian daerah masih terjadi kasus Covid-19, di antaranya di Sumatera Utara, Riau dan Sumbar. Di Kota Padang Panjang sendiri, sejak Juni terjadi 6 kasus Covid-19. Terbaru, satu orang warga Kelurahan Koto Panjang, yakni “PP”, laki-laki, usia 22 tahun, sesuai hasil uji swab di labor FK-Unand, diketahui tertular Covid-19.

Sebelumnya, “PP” menurut Kepala DKK, Nuryanuwar, pergi ke Mentawai untuk masuk kerja. Terus, waktu akan naik kapal, dia ikut test rapid dengan hasil reaktif. Karena itu, sampel swabnya diambil Kamis (17/7). Hasilnya, Ahad pagi (19/7) diketahui positif tertular Covid-19. Kini “PP” menjalani isolasi di RSUD Padang Panjang.

Dari siapa kira-kira “PP” tertular Covid-19, Nuryanuwar menanggapi belum tahu. Yang jelas, Pemko Padang Panjang dengan unit kerja terkait akan segera melakukan tracking, terutama terhadap warga di lingkungan tempat tinggal ”PP” di Padang Reno, Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur.

Bagi warga di Padang Panjang, perlu diingat, kata Nuryanuwar, kota ini berada di perlintasan regional Sumatera. Ditunjang peran kota pelajar, pusat layanan kesehatan dan daya tarik suguhan kuliner. Karena itu, orang relatif ramai datang/singgah. Di antara mereka yang datang/singgah itu bisa saja ada yang tertular Covid-19. (Yetti Harni)

 

 

Tentang Yetti Harni

mm

Baca Juga

Simpan Sabu dan Ekstasi Dalam Kotak Rokok, Dua Pemuda pengangguran Diringkus Polisi

Spiritsumbar.com,Solok– Satuan Resnarkoba Polres Solok Kota  meringkus dua pemuda pengangguran yang menyimpan Narkotika jenis sabu ...