Minggu , 19 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Novel Populer Dahulu dan Kini
Dwi Nurini
Dwi Nurini

Novel Populer Dahulu dan Kini

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Dwi Nurini ( Guru Bahasa Indonesia SMA 1 Pariaman)

Kegiatan membaca buku atau literasi di dalam setiap pagi sebelum proses belajar mengajar di SMAN 1 Pariaman. Literasi yang dibaca pada umumnya buku fiksi berupa novel populer tidak ada yang berminat untuk membaca novel sastra.Kegiatan membaca buku tidak diharuskan untuk membaca novel,tapi dibebaskan untuk membaca buku apa saja. Namun kecendrungan sisa membaca novel populer lebih tinggi di banding buku lain.

Tahu nggak,apa itu novel populer? Novel populer adalah novel yang memiliki masanya dan penggemarnya.Memang menampilkan masalah aktual dan sezaman tapi hanya permukaannya saja.Ceritanya tidak menampilkan kehidupan secara intens dan meresap (http://kompasiana.com)

Nah,kalau tidak menampilkan kehidupan secara inters dan meresap kenapa Novel populer cenderung ngetren dan disukai siswa-siswa di sekolah atau remaja di rumah ?

Hal ini karena novel populer lebih menekankan pada pasaran (Bahasa Orang Indonesia pada umumnya) dan yang lebih penting di kemukakan secara lugas (blak-blakan). Baik maksud yang harusnya di rahasiakan di sampaikan secara terang-terangan.tanpa ada unsur terikat.

Novel populer (pop) ini muncul pada tahun 70 an, contohnya novel Karmila, Novel Cintaku di Kampus Biru dan Novel Hiburan atau novel pop. Ciri-ciri novel populer yang disebutkan selain di atas ada beberapa ciri lagi yaitu 1) tidak meresapi hakikat kehidupan , 2) bersifat artifisial atau sementara ini berkaitan dengan percintaan remaja, 3) tidak logis dalam alur ceritanya karena bersifat sementara, 4) mudah dibaca dan dipahami.

Seterusnya, ,5) masalah yang dikemukakan singkat, tapi aktual (masalah cinta,persahabatan). 6) mengejar selera pembaca, yaitu keinginan yang natural dari seorang pembaca. 7) plot sengaja dibuat lancar dan sederhana. 8) Perwatakan tokoh tidak berkembang. 9) plot, tema, karakter latar biasanya bersifat setereotif (itu-itu saja) tidak mengemukakan unsur kebenaran. 10) Bersifat menghibur akhir cerita sebagian biasanya bersifat happyending (remajasampit.blogspotcom/2012/04)

Apakah anda masih mau berpaling ke novel yang lain selain novel populer? semua tergantung pada diri anda masing-masing. Jika ingin mendalami makna novel secara serius dan di tuntut untuk mengoperasikan daya nalarnya.maka anda kemungkinan akan berpaling ke novel serius atau novel sastra?

Selanjutnya

Halaman

[ 1  ]    [  2  ]

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...