Jika tidak bekerja, pasti pula, Mak Nian tidak memiliki uang. Untuk mencukupi kebutuhan, kini nian selalu mengandalkan hasil kerajinan tangannya yakni membuat “ lapiak pandan “ (anyaman dari daun pandan). Hasil kerajinan itu, juga tidak seberapa. “Cuma Rp25 ribu satu tikar, itupun harus pergi ke pasar dulu menjualnya” terang nenek ini sambil diberi sekardus mie instan dan selapik telor ayam ras oleh ibu Lisda Hendrajoni.
Sementara, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni yang melihat langsung kondisi rumah Mak Nian itu, diharapkannya, pihak Badan Amil Zakat Pesisir Selatan bisa membantu rehab untuk perbaikan rumah yang layak huni. Bupati menilai, perumahan yang dihuni oleh mak Nian pantas dibantu.
“Kalau rumah seperti ini, sebenarnya, itu bisa menggunakan dana BAZ. Saya akan berjuang untuk rakyat yang miskin-miskin. Selain itu, bagi yang belum punya BPJS ayo segera urus supaya nanti kalau sakit tidak mengeluarkan biaya mahal untuk berobat dan menyangkut pengurusan KTP, sekarang warga juga sudah bisa mengurusnya di kecamatan tanpa perlu repot-repot lagi ke painan” terang Hendrajoni saat diwawancarai dilokasi.