Beranda - Pendidikan - Artikel - New Normal Guru Ngapain
Feri Fren
Feri Fren

New Normal Guru Ngapain

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)
Tahun bertukar musim berganti, tanpa terasa sebentar lagi kita akan memasuki Tahun Pelajaran baru 2020/2021 dalam Era New Normal Pandemi Covid-19.

Orangtua peserta didik saat ini sedang disibukkan dengan kegiatan mencari sekolah baru dan menyiapkan segala kebutuhan sekolah untuk anak-anaknya, bahkan “tidak ada kayu jenjangpun di keping”. Begitulah usaha dan pengorbanan yang dilakukan oleh orangtua agar anaknya bisa bersekolah.

Meskipun kita tahu pada kondisi sekarang ini kita sedang dihadapkan dalam suatu masalah besar. Yakni, merebaknya wabah virus corona yang sangat berdampak terhadap semua sektor kehidupan. Termasuk juga pada sektor pendidikan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pembelajaran tatap muka di sekolah pada Tahun Pelajaran 2020/2021 tidak bisa lagi dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tetapi memperhatikan zona dimana sekolah tersebut berada. Bagi sekolah yang berada di daerah zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di sekolah dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).



Sementara untuk sekolah yang berada di daerah zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, dan kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai kewenangannya berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan Covid- 19 setempat.

Hal ini dinyatakan tegas dalam keputusan bersama empat kementerian. Yakni, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian dalam Negeri tanggal 15 juli 2020 silam tentang panduan pembelajaran pada tahun pelajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Simak : Gaji ke 13 Cair, Ini Kata Kementerian Keuangan

Semua ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai agar penyebaran virus corona tidak meluas dan korban semakin bertambah.

Menyikapi semua itu tentu guru-guru di sekolah juga harus mempersiapkan berbagai macam strategi dan langkah-langkah yang akan dilakukan nantinya setelah tahun pelajaran baru masuk. Meskipun namanya dalam suasana new normal namun pembelajaran tatap muka di dalam kelas tidak bisa lagi kita lakukan secara normal seperti biasanya.

Hal ini perlu didiskusikan oleh guru-guru di sekolah sebelum tahun pelajaran baru masuk dalam bentuk kegiatan lokakarya sekolah. Materi kegiatan yang dilakukan berupa penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pembuatan bahan ajar di Era New normal, pembuatan video pembelajaran, jenis evaluasi serta bentuk supervisi yang akan digunakan agar proses pembelajaran bisa berjalan seoptimal mungkin.

Penyampaian Kompetesi Dasar (KD) kepada peserta didik sudah tidak bisa lagi dilaksanakan secara normal dengan pola tatap muka langsung (face to face learning), sebab dengan kondisi sekarang ini peserta didik tidak bisa lagi datang sepenuhnya ke sekolah untuk belajar. Beberapa waktu yang lewat pola pembelajaran sudah dicoba dengan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan mempergunakan jaringan internet, namun banyak mengalami kendala. Seperti ketersediaan perangkat, kemampuan sumber daya manusia yang menggunakannya baik dari segi guru dan peserta didik, ketersediaan kuota, kesulitan dalam menilai dan lain sebagainya.

Sebagaimana kesimpulan dari hasil survey Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu yang lewat.
Berdasarkan hasil pengalaman dan masalah yang ditemui tersebut, kedepannya pembelajaran yang dilakukan bisa dalam bentuk gabungan antara pembelajaran tatap muka langsung dengan pembelajaran jarak jauh (blended learning).



Membaca yang tersirat dari keputusan bersama empat menteri, strategi pembelajaran ke depan bisa saja dalam siklus mingguan. Dimana peserta didik melaksanakan pembelajaran tatap muka tiga hari datang ke sekolah. Dengan syarat mengikuti aturan protokol covid dengan jumlah peserta didik dalam satu kelas dibatasi. Termasuk juga dengan durasi waktu untuk satu jam pelajarannya di kelas yang dikurangi dari jam biasa, dua hari libur dan dua hari pembelajaran jarak jauh.

Untuk membantu dan memperlancar penyampaian materi pelajaran dengan alokasi waktu yang terbatas, guru bisa membuat bahan ajar untuk tiap pertemuan, dengan pola pembuatan modul. Bahan ajar tersebut berisikan Kompetensi Dasar (KD), Tujuan Pembelajaran, deskripri singkat materi yang akan dipelajari dan peta konsep materi.

Seterusnya, uraian materi, contoh-contoh aplikasi dalam kehidupan beserta contoh soal, latihan atau tugas beserta jawaban. Juga, daftar pustaka serta gambaran sekilas tentang materi yang akan dipelajari peserta didik pada pertemuan berikutnya.

Simak : Gaji ke-13 PNS Cair, Ini Besaran Tiap Golongan

Untuk lebih meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi tersebut, guru mengiringinya dengan pemberian video-video singkat. Termasuk video-video aplikasi sekaitan dengan materi yang diajarkan yang juga akan dapat menambah motivasi peserta didik dalam belajar mandiri di rumah.

Teknik penyampaiannya bisa sewaktu peserta didik datang ke sekolah. Atau guru datang mengunjungi peserta didik di tempat-tempat tertentu yang telah disepakati, untuk bertemu dengan beberapa orang peserta didik yang berdekatan tempat tinggalnya. Mudah-mudahan dengan adanya penyiapan bahan ajar dan video singkat pembelajaran ini pembelajaran bisa dilaksanakan secara optimal mungkin. Walaupun saat ini kita berada dalam situasi New Normal Pandemi Covid-19.

Simak : Periksa Ban Belakang, Knek Bus ALS Tewas Tergilas

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua Ranperda Usul Prakarsa DPRD Sumbar Masuk Propemperda Provinsi Sumbar tahun 2020

Spiritsumbar.com, Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna penetapan ...