Depan - Berita Pilihan - Nevi Zuairina Lakukan Peletakan Batu Pertama Sekolah Dhuafa di Pasaman Barat

Nevi Zuairina Lakukan Peletakan Batu Pertama Sekolah Dhuafa di Pasaman Barat

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Pasaman Barat – Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah yang menyediakan pendidikan usia dini gratis bagi putra-putri Nagari Kajai yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Nevi dengan semangat ingin memajukan pendidikan merata di wilayah Sumatera Barat sangat mendukung aktivitas pendidikan ini. Karena upayanya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia masyarakat Sumbar secara menyeluruh.

Sekolah yang diberi nama Raudhatul Atfal Kasih ibu ini didirikan sejak 1 Januari 2013 dibawah naungan yayasan Kasih Ibu. Pendidikan gratis bagi dhuafa dan anak yatim setiap tahunnya menampung 30 orang peserta didik.

Legislator asal sumatera Barat II ini sangat gembira dengan dilakukan peletakan batu pertama. Artinya sasaran pendidikan ini sudah dimiliki sendiri. Karena sebelumnya, lanjutnya, tempat proses belajar mengajar selama ini menggunakan satu petak rumah warga yang di sewa per tahun.

“Saya berharap, dengan dimilikinya sarana pendidikan ini oleh yayasan, kedepannya semakin berkembang dan para SDM nya semakin bersemangat. Saya akan turut berupaya untuk berkontribusi sekuatnya. Sehingga pendidikan di Sumbar ini terus berkembang secara merata hingga ke pelosok – pelosok,” tutur Nevi.

Politisi PKS ini menerangkan, persiapan gedung milik sendiri ini, berawal dari hibah yayasan berupa sebidang tanah sejak Januari 2013. Akhir Februari 2021 ada bantuan dari lembaga milik pemerintah pusat sebesar Rp 10 juta.

“Saya berharap, pemerintah daerah juga dapat terus memberikan support pada lembaga-lembaga pendidikan seperti ini. Agar ada kesempatan yang sama pada putra-putri bangsa mengenyam pendidikan yang berkualitas secara merata”, tutup Nevi Zuairina.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bright Gas Bersinergi Dengan UMKM Randang Payakumbuh Menuju Go Digital

Rangkaian Kampanye City of Randang SPIRITSUMBAR.com, Padang – Sebanyak 40 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan ...