Minggu , 29 November 2020
Beranda - Berita Pilihan - Nasrul Abit: Berbahaya ! Jangan Tunggu Positif Baru Percaya Covid-19
Nasrul Abit - Indra catri
Nasrul Abit - Indra catri

Nasrul Abit: Berbahaya ! Jangan Tunggu Positif Baru Percaya Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, kembali mengimbau semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengeluarkan imbauan itu lantaran angka kasus positif Covid-19 makin banyak dari hari ke hari.
Sampai adanya vaksin dan obat yang beredar. Kata Nasrul, satu-satunya cara untuk memutus rantai penularan Covid-19 ialah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Ia meminta masyarakat untuk membantu pemerintah dan tenaga kesehatan untuk melawan pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. “Sampai saat ini sudah 10.957 warga Sumbar yang terinfeksi. Sebanyak 206 orang di antaranya meningal dunia. Data lengkap bisa dilihat di situs Pemprov Sumbar atau gugus tugas provinsi,” ujarnya, Senin (19/10/2020).



Nasrul Abit mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu ratusan orang lagi yang akan jadi korban (meninggal) baru percaya bahwa Covid-19 berbahaya. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat untuk tidak menunggu diri sendiri atau keluarga menjadi korban Covid baru sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

“Saya mengimbau masyarakat Sumbar, mari bersama-sama berjuang memutus rantai penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yakni, mengenakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer ,dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan,” ujar Nasrul.

Ia juga mengimbau masyaakat untuk semaksimal mungkin menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, dan beribadah juga berdoa agar Allah swt. menjauhkan kita sdari pandemi ini. (rel)

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam kegiatan FGD dengan tema "Implementasi Peran dan Tugas DPD RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah" di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah

Mahyudin: DPD RI Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Hukum Pusat dan Daerah

SPIRITSUMBAR.COM, Kalimantan Tengah – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan DPD RI memiliki peran yang ...