Beranda - Berita Pilihan - Nasrul Abit Bakal Bangun Pasar Induk Pangan Dengan Melibatkan Generasi Muda di Kota Solok

Nasrul Abit Bakal Bangun Pasar Induk Pangan Dengan Melibatkan Generasi Muda di Kota Solok

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Solok – Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit, melakukan safari politik di Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Ahad (18/10/2020).

Di sana ia berjanji meningkatkan sektor ekonomi di Sumbar, termasuk Solok. Ia juga berjanji membangun pasar induk pangan di Kota Solok. Alasannya, Solok merupakan salah satu produsen beras di Sumbar. “Pak Prabowo menugasi kader Gerindra masuk untuk ketahanan pangan. Kita akan bangun pasar induk pangan di Solok ini,” katanya di hadapan masyarakat.

Pihaknya berencana membangun pasar induk pangan itu dengan melibatkan generasi muda atau milenial dalam pengelolaan dan pemasaran. “Pasar induk pangan itu nantinya bisa dikelola dengan baik oleh milenial kita. Mereka yang melek teknologi bisa pemasaran online,” ucapnya.



Nasrul Abit juga mengatakan bahwa ia akan memaksimalkan irigasi agar lahan tidur bisa digarap. Selain itu, ia menyebut bahwa persoalan pupuk harus diselesaikan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada mafia pupuk subsidi di Sumbar. “Saya akan kejar yang berani main pupuk. Saya kerja sama dengan polda. Saya tidak suka pupuk kita dijual keluar, akibatnya petani kekurangan pupuk,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Nasrul Abit juga menyinggung soal banyaknya nagari di Sumbar yang masih berstatus tertinggal. Dalam catatannya, kini terdapat sebanyak 120 nagari miskin dari 800 nagari di Sumbar. Karena itu, ia berjanji mengeluarkan daerah-daerah itu dari status tertinggal, termasuk Garabak Data di Kabupaten Solok.

“Saya sudah berkunjung ke Garabak Data. Infrastrukturnya mesti dibangun. Membangun mulai dari nagari. Managemen pengelolaan nagari harus kuat,” tuturnya.

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bareskrim Polri Selidiki Pelanggaran Paslon Pilgub Sumbar, Mulyadi-Ali Mukhni

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta—Bareskrim Polri mulai menyelidiki kasus dugaan tindak pidana pemilu pasangan calon Pilgub Sumatra Barat ...