Senin , 27 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Nagari Pakam Rabaa Bakal Bebas dari Kemiskinan
Pembangunan Poskesri di Nagari Ampiang Parak (foto Edi)
Pembangunan Poskesri di Nagari Ampiang Parak (foto Edi)

Nagari Pakam Rabaa Bakal Bebas dari Kemiskinan

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com – Nagari Pakan Raba’a, Kabupaten Solok Selatan, mulai ‘merdeka’ dari kemiskinan. Dua kebutuhan dasar masyarakatnya terjamin. Pendidikan dan kesehatan. Di nagari ini, meski masyarakatnya termasuk kurang mampu, tetap bisa langsung berangkat ke puskesmas atau rumah sakit tanpa harus memikirkan biayanya. Demikian juga untuk urusan anak sekolah. Hanya perlu memikirkan pelajaran, biaya dan peralatan sekolah juga sudah tersedia.

Di Nagari Pakan Rabaa, ada anggaran khusus untuk itu. Menyangkut kesehatan masyarakat, bekerjasama dengan BPJS kesehatan. Sementara untuk pendidikan, diberikan lansung kepada siswa secara berkala. Di tahun 2018, untuk kesehatan dianggarkan nagari untuk seratus orang. Pendidikan, untuk 64 orang siswa.

“Program ini sudah dua tahun berjalan. Semenjak Permendes nomor 19 keluar,” terang wali nagari Pakan Rabaa, Arpan Ali, di ruang kerjanya, Minggu (19/8/2018).

Peraturan itu dikeluarkan menteri pemukiman dan desa tertinggal (PDT) pada tahun 2016, tentang pemerintahan desa. Peraturan menteri itu, lebih familiar dengan sebutan permendes no 19 tahun 2016. Didalamnya termasuk mengatur tentang penggunaan anggaran desa/nagari atau sebutan lainnya.

Dijelaskan Arpan, dengan dasar aturan itu, pihak nagari bisa mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat miskin di nagari. “Tentunya dengan kriteria tertentu sesuai aturan,” jelasnya.

Di nagarinya, peluang itu dimanfaatkan untuk membantu masyarakat miskin untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan.

“Setelah kami data, belum semua masyarakat kami yang tergolong keluarga kurang mampu, mendapat bantuan dari program kesehatan dan pendidikan gratis yang  dilaksanakan pemerintah saat ini,” katanya.

Jumlahnya, untuk bantuan kesehatan, sebanyak 100 orang dan pendidikan 64 orang. “Mereka itu adalah orang-orang yang sama sekali belum menerima program BPJS kesehatan dan bantuan pendidikan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi dan kabupaten,” ulasnya.

Nagari setiap bulanya menyetor sekitar Rp2,5 juta ke BPJS kesehatan. Sementara untuk pendidikan, disesuaikan dengan kebutuhan siswa per tingkatannya. “Kami menyepakati, bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang, tapi peralatan sekolah. Baju seragam sekolah, sepatu, tas, buku dan lainnya, diberikan setiap tahun ajaran baru,” katanya.

Hal lain yang menarik di nagari ini adalah dilakulannya pendataan penduduk secara berkala. Pemerintahan nagari membentuk tim tersendiri untuk melakukan itu. Dilakukan secara berjenjang dari tingkat jorong.

“Dengan cara ini, kami mengetahui perkembangan penduduk kami dengan lebih akurat,” kata wali Arpan. Disamping jumlah dan perkembangan penduduk, pendataan menyangkut kemampuan ekonomi masyarakat juga dilakukan. Dari 5.239 jiwa penduduknya per Juni 2018, masyarakat yang dinilai layak untuk memperoleh bantuan nagari untuk kesehatan dan pendidikan, hanya tercecer sebanyak 100 orang dan 64 siswa. “Lainnya, sudah mengikuti program dari pemerintah atau ikut secara mandiri,” katanya.

Berkah lain untuk nagari Pakan Rabaa di tahun 2018 adalah diperolehnya bantuan bedah rumah untuk 70 kk. Anggarannya dari kementeian PUPR. Per rumah, Rp15 juta. “Pelaksanaannya dimulai pada September 2018,” kata Arpan. Tahun berikutnya, 2019, jumlah rumah yang akan dibedah akan lebih banyak. “Jumlah pastinya belum kita peroleh, tapi yang jelas lebih banyak dari sekarang,” sebutnya sambil tersenyum.(alberto)

 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ini atlet Apriana Nasution yang turun pada nomor boulder perorangan putri

Panjat Tebing PON XX Papua, Tiga Atlet Sumbar Lolos pada Babak Kualifikasi

SPIRITSUMBAR.com, Mimika – Tiga atlet panjat tebing Sumatera Barat berhasil lolos pada babak kualifikasi pada ...