Senin , 28 September 2020
Beranda - Berita Pilihan - MTQ ke-39 Lubeg, Wilman Mukhtar Haramkan Kafilah Impor
Wilman Muchtar
Wilman Muchtar

MTQ ke-39 Lubeg, Wilman Mukhtar Haramkan Kafilah Impor

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.com, Padang – Musabaqah Tilawatil Al Qur’an (MTQ) Nasional ke-39 tingkat Kecamatan Lubuak Bagalung bakal digelar di Kelurahan Cangkeh Nan XX. Beberapa kelurahan terus berlomba untuk mencapai prestasi yang terbaik.

Namun, Camat Lubuak Bagaluang, Wilman Mukhtar meyakini tiap kelurahan sangat serius mempersiapkan diri demi mencapai hasil terbaik pada ajang. Walau begitu dia tidak menapik, ada juga yang sekedarnya saja.

“Walau ini bukan kebijakan populer, namun saya tegas MTQ ini bertujuan untuk menggali bibit tercipta generasi yang qur’ani dan berakhlak mulia. Jadi, apabila masih ada kelurahan yang mendatangkan kafilah dari tempat lain, maka saya secara langsung yang akan mendiskulifikasi,” ujar Wilman Mukhtar saat bincang bincang dengan Spirit Sumbar (grup The Public) di kantornya, beberapa waktu lalu.



Wilman Muchtar meyakini jika masih mengandalkan kafilah daerah lain, maka Lubuak Bagaluang tak akan pernah memiliki generasi yang mumpuni. Jadi, ujarnya untuk apa berprestasi jika hanya semu dengan mengandalkan orang lain. Sementara, generasi kita sendiri malah tereliminasi dan menjadi korban oleh ambisi dan gengsi.

Lelaki yang suka musik dan organisasi ini menambahkan, bahwa sebagai pemangku kebijakan di tingkat kecamatan, dirinya tidak ingin amanah yang diemban dihiasi oleh panggung sandiwara. “Sekali lagi saya tegaskan, jika ketahuan maka saya yang akan membatalkan hasilnya. Walau itu, hanya berasal dari kelurahan lain di Lubuak Bagalung,” tegasnya.

Belajar dari MTQ sebelumnya, ditemukan salah satu kelurahan menggunakan jasa qoriah dan qoriah yang berasal dari kecamatan lain. Pada akhirnya, juara mereka dicabut. Akhirnya, kelurahan yang sudah bersinar dari kafilah impor itu, hanya bisa gigit jari. Lantaran, prestasi bersinar itu dirampas oleh tindakan tak terpuji. (Salih)

Selanjutnya >>>>



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pameran Bunga Bonsai Pikat Masyarakat Dharmasraya

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Untuk melestarikan dan menambah pengasilan di masa pandemi covid 19, Ikatan Pencinta ...