Minggu , 19 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Monitoring dan Evaluasi
Sukirman
Sukirman

Monitoring dan Evaluasi

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Sukirman (Widyaiswara Madya LPMP Sumbar)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat menuntut kepala sekolah untuk mengembangkan kompetensinya secara berkelanjutan.

Inovasi menjadi kunci paling utama dalam membentuk peserta didik memiliki kompetensi abad 21, yaitu berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Peserta didik yang berkualitas merupakan keluaran (output) dari sistem persekolahan yang baik. Kepala sekolah menjadi aktor utama yang mengelola masukan (input), proses, dan keluaran (output) dengan berpedoman pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Dalam menjalankan tugasnya di sekolah, kepala sekolah berperan sebagai pemimpin, manajer, administrator, dan penyelia (supervisor). Salah satu rincian tugas kepala sekolah dalam aspek manajerial adalah melaksanakan pengawasan dan evaluasi (Permendikbud nomor 15 tahun 2018).



Kepala sekolah sebagai manajer melaksanakan fungsi kontrol atau pengendalian. Fungsi ini sering disebut monitoring dan evaluasi (disingkat Monev). Monev terhadap program kegiatan sekolah sangat penting bagi kelancaran proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, serta upaya peningkatan kualitas kinerja sekolah.

Namun demikian, monev di satuan pendidikan selama ini belum terlaksana secara optimal. Ini diprediksi disebabkan oleh kurang pahamnya kepala sekolah terhadap konsep, fungsi dan tujuan monev.

Untuk itu, artikel sederhana ini diharapkan bisa membantu kepala sekolah untuk memahami konsep, manfaat, dan tujuan monev lebih komprehensif.  Karena tanpa monev, program dan kegiatan sekolah yang telah direncanakan dengan baik akan berjalan tanpa arah. Penyelenggaraan program tanpa monev dapat melenceng, dan tujuan yang direncanakan tidak tercapai.

Penilaian pencapaian suatu kegiatan umumnya dilakukan melalui monitoring dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi adalah dua kegiatan terpadu yang saling berkaitan dalam rangka pengendalian capaian kinerja suatu program, namun memiliki fokus yang berbeda (Julius 2016).

Monitoring merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah program yang telah dibuat sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Juga, hambatan apa yang terjadi dan bagaimana para pelaksana program itu mengatasi hambatan tersebut.

Melalui monitoring pengelola program memperoleh informasi penting yang dapat digunakan untuk menetapkan keputusan. Tanpa dukungan informasi yang tepat pelaksanaan program dapat menghadapi kegagalan. Oleh karena itu, informasi yang diperoleh melalui monitoring dapat mendukung pengelola program untuk merespon dengan cepat situasi baru atau perubahan yang muncul dalam pelaksanaan program.

Istilah evaluasi berkaitan dengan penafsiran, pemberian angka dan penilaian. Jadi evaluasi berhubungan dengan informasi penilaian capaian hasil pelaksanaan suatu kegiatan serta memberikan gambaran tentang manfaat suatu kebijakan.

Lebih lanjut, evaluasi merupakan tahapan yang berkaitan erat dengan kegiatan monitoring.  Karena data yang disediakan melalui kegiatan monitoring sangat bermanfaat untuk pelaksanaan evaluasi suatu kegiatan.

Arah evaluasi adalah untuk mengendalikan dan mengontrol ketercapaian tujuan kegiatan. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi harus berjalan seiring. Melalui monitoring tersedia data dasar untuk melakukan analisis perkembangan pelaksanaan rencana kegiatan, sehingga tidak perlu dikuatirkan akan terjadi

Melalui evaluasi akan dapat dilihat apakah program kegiatan berdampak pada kualitas sekolah. Melalui laporan evaluasi, pemangku kepentingan mendapatkan gambaran yang jelas bahwa sumber daya telah dimanfaatkan dengan tepat dan sesuai peruntukannya. Hasil evaluasi memberikan informasi apakah pelaksanaan program sekolah yang telah dilaksanakan sudah cukup baik, atau perlu ada penyempurnaan dan revisi untuk pelaksanaan program sekolah tahun berikutnya.  (*)

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...