Depan - Berita Pilihan - Misteri, Hasan Jafar Pelukis Minang Berkelas Raden Saleh

Misteri, Hasan Jafar Pelukis Minang Berkelas Raden Saleh

Print Friendly, PDF & Email

SpiritSumbar.co.id – Jagad dunia seni lukis hanya cuma mengenal Raden Saleh yang pernah berkiprah di Eropa dan jadi tamu undangan resmi raja raja Eropa pada abad 19. Bumi Minangkabau ternyata pernah melahirkan pelukis Hasan Jafar yang selama 20 tahun, juga berkelana di Eropa dengan menjadi pelukis.

Tidak banyak yang tahu sudah, siapa Hasan Jafar. Malah sampai sekarang hampir sudah tidak ada lagi orang Minang, kantor pemerintah atau hotel yang berada di Sumatera Barat, yang mengkoleksi lukisan pelukis asal Minangkabau itu.

Minggu lalu salah satu lukisan Hasan Jafar sempat dipamerkan di Hotel Le Meridien Jakarta. Itupun cuma satu saja yang bisa di koleksi oleh orang Indonesia.

Lukisan dengan judul Pasar Tradisional menggambarkan kegiatan pasar di tanah Minang yang berlangsung dibawa pohon besar sekali, antara pedagang dengan beberapa pembeli. Transaksi tidak berlangsung di sebuah tokoh mewah, karena di Minangkabau saat itu masih berlaku barter atau transaksi dengan tukar menukar barang saja.

“Guna untuk menghimpun kembali siapa pelukis pelukis di Indonesia. Sekarang ini sedang dibuat ensklopedi pelukis Indonesia salah satu tokohnya adalah Hasan Jafar yang karya karyanya sejajar dengan Raden Saleh. Tapi justru tidak banyak dikenal di Indonesia,” kata kolektor lukisan Firdaus Alamudin di Jakarta, Rabu (20/6/2016).

Pecinta lukis lebih banyak kenal Hendra, Affandi dan Basuki Abdullah dari pada Hasan Jafar yang terkenal di Eropa.

Siapa Hasan Jafar sampai sekarang masih misterius. Firdaus Alamudin tidak tahu banyak latar belakang asal usul Hasan Jafar. Cuma yang dia ingat katanya, Hasan Jafar pernah pulang ke Minangkabau dan jatuh sakit saat ketika pulang kampung. “Hasan Jafar meninggal di Bukitinggi,” jelasnya.

Pameraan lukisan dengan judul Malam Pagelaran Ragam Pesona Seni Lukis Nusantara dibuka oleh Ketua Umum KADIN Eddy Ganefo. Dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang dan Mantan Kepala BNN Gorries Mere.

Sebelumnya sebanyak 1.000 buaya musik keroncong yang dipimpin Soendari Soekotjo memecahkan rekor dengan memainkan tembang tembang bertema Cinta Tanah Air dan Cinta Bangsa yang bertempat di Gedung MPR RI Senayan Jakarta.

Ajang ini dicatat dalam musium rekor Indonesia, dan yang terbesar di dunia. Karena musik keroncong hanya ada di Indonesia.

ERWIN KURAI

Lebih lengkap di versi cetak:

Polisi baca The Public
Polisi baca The Public

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertashop Hadir di Sikabu, Bupati Padang Pariaman Merasa Senang

Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur SE MM, tampak begitu sumringah ketika meninjau ...