Beranda - Pendidikan - Artikel - Menyiasati Pembelajaran di Era Covid-19
Feri Fren
Feri Fren

Menyiasati Pembelajaran di Era Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Covid-19 telah meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan manusia, keterbatasan akses menuntut kita untuk cepat tanggap dan beradaptasi dengan keadaan, termasuk juga dalam dunia pendidikan.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virusnya kepada orang lain agar korban tidak semakin bertambah, pemerintah pusat maupun daerah telah mengeluarkan beberapa kebijakan. Diantaranya pembatasan interaksi sosial (Sosial Distancing), bekerja dari rumah (Work From Home) yang dilanjutkan pula dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebagai tindaklanjut dalam dunia pendidikan, tanggal 9 Maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan Surat Edaran No 3 tahun 2020 tentang “Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan”. Surat edaran tersebut diantaranya berisikan optimalisasi peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta perilaku hidup bersih dan sehat.



Lima belas hari setelah itu, dikeluarkan pula Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang “Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19)”. Ada beberapa poin penting dari surat edaran tersebut yang perlu kita cermati secara bersama.

Pertama, pembatalan Ujian Nasional (UN). Dalam hal ini ditegaskan bahwa keikutsertaan UN tidak lagi menjadi syarat kelulusan atau seleksi untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kedua, belajar dari rumah melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pola belajar seperti ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup seperti yang ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.

Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat dilakukan secara bervariasi antar peserta didik, sesuai minat dan kondisi masing-masing. Termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses serta fasilitas yang tersedia. Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberikan umpan balik oleh guru yang bersifat kualitatif dan berguna, tanpa diharuskan memberi skor atau nilai kuantitatif.

Artikel Lainnya

loading…


Ketiga, ujian sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan peserta didik tidak boleh dilakukan. Ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Ujian sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Keempat, kelulusan ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan. Kelima, aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan penggunaan dana BOS leh sekolah di era Covid-19.

Dari surat edaran tersebut, jelaslah disini bagi kita bahwa sebagai seorang guru di era Covid-19 ini tentu harus bisa merubah pola piker dan pola mengajar dari yang semula bersifat konvensional (tatap muka) ke pola mengajar dalam jaringan atau pembelajaran jarak jauh, hal ini tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Pola mengajar guru ada tiga yakni, pertama dengan pola tatap muka/luar jaringan (luring) atau face to face learning. Kedua, dalam Jaringan (daring) atau online learning (pembelajaran jarak jauh). Ketiga, keterpaduan antara keduanya (Blended Learning). Pola yang dipakai tergantuang pada kekuatan sumber daya dan daya dukung yang ada seperti ketersediaan perangkat, jaringan, kuota, penggunaan aplikasi untuk pembelajaran daring.

Termasuk yang tidak kalah pentingnya kemauan dan komitmen diri dari semua sumberdaya manusia yang akan menggunakannya. Kesemuanya itu didukung juga oleh peran kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua serta pemerintah dalam merealisasikannya.

Menurut Nursalam (2008) ada beberapa karakteristik pembelajaran jarak jauh. Pertama, memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Kedua, memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks).

Ketiga, menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Keempat. memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer.

Pembelajan jarak jauh bisa dilaksanakan secara offline dan online. Kedua hal ini bisa dipilih berdasarkan keterbatasan sumberdaya. Secara offline bisa dengan menggunakan media cetak, buku, modul, LKS, dan lain sebagainya.

Sementara untuk online bisa dengan menggunakan WA, FB, Google Classroom, rumah belajar, ruang guru, video streaming, edmodo, quizziz, google form, zoom cloud meeting, jitsi meet, cisco webex, microsoft teams serta masih banyak lagi aplikasi lainnya yang bisa diakses lewat internet.

Pengalihan pola pembelajaran yang dilakukan guru dari pola tatap muka secara langsung ke pola pembelajaran jarak jauh bukan berarti bahwa pembelajaran tidak bisa dilakukan.

Namun, dengan tradisi pembelajaran secara konvensional, pilihan melakukan pembelajaran secara daring dari tempat tinggal masing-masing selama ini belum familiar dilakukan. Akibatnya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di era covid-19 saat ini masih tersendat-sendat.

Untuk kedepannya hal ini tentu harus menjadi perhatian dan pemikiran kita bersama dari seluruh warga sekolah untuk menyikapinya.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru-baru ini tentang kendala yang dihadapi guru dan orang tua ketika peserta didik belajar di rumah.

Diantaranya, kurang memadai jaringan internet/kuota, sulit mengamati perkembangan peserta didik, sarana tidak lengkap. Guru sulit berkoordinasi dengan orangtua siswa. Guru belum mampu mengoptimalkan media digital.

Guru kurang konsentrasi dalam membimbing peserta didik, peserta didik kurang disiplin. Guru masih mengejar ketercapaian kurikulum. Guru lebih menekankan pada sebatas pemberian tugas dan tidak menjelaskan materi diskusi ataupun tanya jawab, serta guru belum mempraktekkan kegiatan pembelajaran bermakna yang bermakna dalam hal aspek proses.

Hampir semua orangtua peserta didik di Indonesia pada saat ini memiliki tanggung jawab untuk mendampingi anak belajar dari rumah. Orangtua harus mengakui bahwa menjelaskan berbagai konsep materi pelajaran dan menemani anak-anak belajar serta mengerjakan tugas-tugas sekolah di rumah tidak semudah yang dibayangkan.

Kerja keras para guru dan kepala sekolah selama ini sungguh patut diapresiasi. Di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19, masih tetap semangat dan tetap bekerja dari rumah. Hampir tidak ada yang menyangka, wajah pendidikan kita akan berubah drastis akibat pandemi covid-19 ini.

Pembelajaran di Era Pandemi Covid-19 ini harus perlu kita siasati dengan melakukan inisiatif untuk memaksimalkan fungsi komunikasi, transfer informasi, pengetahuan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusianya. Dunia boleh mewabah dan terimpit oleh pertumbuhan yang melambat, tapi dunia pendidikan harus terus terus berlari demi melanjutkan peradaban. Kepada guru-guru, marilah kita terus belajar agar bisa mengubah keadaan. Jika kita tidak belajar tentu kita tidak akan berubah dan jika kita tidak berubah maka kita akan mati.



Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Calon gubernur Sumbar Nasrul Abit berdialog dengan Niniek Mamak Nan Duo Puluah di Kantor KAN Indrapura, Sabtu, 28 November 2020

Ninik Mamak Indrapura : Malu Kalau Nasrul Abit Kalah di Pessel

SPIRITSUMBAR.COM, Pesisisr Selatan – Ninik Mamak Nan Duo Puluah, Kecamatan Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), ...