Minggu , 19 September 2021
Depan - Info Terkini - Menelisik Program Calon Walikota Solok, Reinier Dari Sekolah Gratis Hingga Memburu Mafia Pupuk Bersubsidi

Menelisik Program Calon Walikota Solok, Reinier Dari Sekolah Gratis Hingga Memburu Mafia Pupuk Bersubsidi

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com,Solok– Pengelolaan pendidikan tingkat SLTA memang merupakan kewenangan pemerintah propinsi, namun juga tidak ada salahnya pemerintah kota ikut membantu meringankan beban pemerintah propinsi tersebut. Lantaran itu, calon Walikota Solok, Reinier ingin kembali menggratiskan uang SPP. Tidak hanya itu, ia juga ingin membantu pelajar dengan pakain sekolah gratis, seperti baju celana tas dan sepatu.

“Dengan program SPP gratis dan pakaian sekolah gratis ini maka tidak ada lagi anak yang putus sekolah dengan alasan biaya,”ujar Reinier saat pertemuan dengan tokoh masyarakat dan niniek mamak Kota Solok di Rumah Gadang Keluarga Besar  Reinier, VI Suku, Kota Solok, Minggu (18/10).

Lebih jauh dikatakannya, ia akan memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah untuk memproduksi segala perlengkapan yang dibutuhkan bagi para siswa. Dengan demikian, masalah pemasaran yang dialami pelaku UMKM selama ini sedikit banyaknya bisa teratasi. Dengan bantuan pelatihan ketrampilan dan  permodalan hasil produk UMKM itu bisa ditampung untuk memenuhi kebutuhan para pelajar.

Disamping sekolah gratis dan pakaian sekolah gratis, Reinier juga ingin menumbuhkan UMKM dan melindungi petani dari mafia pupuk, yaitu dengan menganggarkan dana pemberdayaan sebesar  1,5 milliar pertahun per kelurahan.

Faktanya, Kota Solok memiliki APBD yang cukup banyak dengan wilayah yang tidak begitu luas, hanya 13 kelurahan. Dengan anggaran kurang lebih 650 Milyar per tahun, kata Reinier, setidaknya bisa diambil beberapa persen untuk kepentingan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sebagai modal dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

“Uang kita kurang lebih 650 Milyar rupiah, dan kita ambil beberapa persennya saja, senilai 30 Milyar saja, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan langsung masyarakat, contohnya untuk membantu masyarakat memperoleh pupuk guna menopang pertanian, bantu masyarakat yang ingin melakukan usaha, dengan memberi bntuan modal, bimbing keahlian tertentu, peralatan hingga pemasaran. Itulah maksud kami dengan program memberikan bantuan 1 hingga 1, 5 Milyar per Kelurahan itu, ”terang Reinier.

Selama ini katanya,  pelaku usaha sering kendala masalah pemasaran. Nanti kita bina masyarakat itu, kita beri pelatihan ketrampilan, bantu permodalan dan hasil produksinya ditampung untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ditambahkannya lagi, Pemerintah hanya tinggal mengeluarkan Perwako untuk menggunakan produk lokal dalam memenuhi kebutuhan Sekolah. Dari program ini ada efek dominonya, selain menjamin generasi untuk mendapatkan pendidikan yang layak, juga menjadi peluang lapangan kerja yang luas. Dan yang lebih penting dari semua itu, kita bisa membangun karakter sang anak, sehingga anak tidak sombong. Karena tidak ada lagi perbedaan si kaya dan miskin, anak pejabat dan rakyat biasa, karena semua yang mereka dipakai sama.

“Itulah yang mengilhami saya agar biaya pendidikan dibebaskan termasuk baju, sepatu, dan tasnya. Dengan demikian, kita yakin akan bermuara pada Solok Masyarakat Maju dan Sejahtera. Kita tidak kekurangan, yang diperlukan adalah komitmen Kepala Daerah, ” terang Wakil Wali Kota Solok periode 2016-2021 itu.

Selain itu katanya, posisi Kota Solok yang strategis di perlintasan, mendorongnya untuk berupaya menjadikan daerah tersebut sebagai Kota Tujuan. Salah satu keinginannya yang belum terwujud untuk mengubah image yang melekat ke daerah itu adalah dengan menjadikan area Simpang Rumbio menjadi pusat grosir, sehingga orang-orang dari daerah lain berdatangan.

Dengan amanah yang telah diberikan kepadanya selama 5 tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solok, Reinier mengaku, sebagai orang nomor dua, belum banyak yang bisa dilakukan.

Menurutnya, ide dan gagasan yang ingin dituangkannya demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, tidak leluasa bisa terwujud dan dilaksanakan. Karena bagaimanapun, semua keputusan menjadi hak pimpinan tertinggi daerah, yaitu wali Kota.

“Semua ide kita harus lewat orang nomor satu (Wali Kota-red), sehingga program-program serta gagasan kita tidak bisa berjalan tanpa persetujuan beliau. Hal itulah yang juga menjadi salah satu alasan saya untuk maju menjadi calon Wali Kota Solok dengan menggandeng Andri Maran yang notabenenya juga seorang pengusaha muda sebagai Wakil saya pada Pilkada tahun ini. Kami memiliki kesamaan visi misi, mengabdi untuk tanah kelahiran yang sangat kami cintai ini, ” ujar Reinier.

Hal senada disampaikan Andri Maran, sebagai pelaku ekonomi yang masih aktif hingga saat ini di dunia usaha, dia berkeinginan untuk mempergunakan keahliannya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung halamannya.

Dibeberkannya, jargon “Solok Masa Depan, Mandiri dan Berbudaya”. Maksud mandiri tersebut, dikatakannya, untuk mewujudkan Solok Masa Depan seperti yang diharapkan, langkah pertamanya dengan menciptakan masyarakat yang mandiri, yaitu sejahtera dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dan Berbudaya adalah menempatkan niniak mamak sesuai posisinya, dengan memberikan ruang yang luas dalam pemerintahan, sehingga kelak Kota Solok menjadi Kota yang maju namun tetap berpegang teguh pada sendi-sendi Agama dan Adat.

Selain itu, katanya, dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri sejahtera, sebagai daerah yang terkenal  sebagai penghasil beras terenak, pertanian akan menjadi perhatian utama.

Dia bersama Calon Wali Kota Reinier bertekad agar varietas beras ‘Anak Daro’ yang telah dipatenkan nanti dijadikan beras premium, sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya. Seiring dengan menjaga kualitas dan keaslian Beras Solok, kuantitas dari hasil panen akan terus diupayakan meningkat. Disamping itu, dengan membangkitkan UMKM di daerah itu.

“Terlebih negeri kita yang tengah dilanda bencana pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonimo. Banyak masyarakat kehilangan mata pencarian. Untuk itu, fokus kita adalah ekonomi dan pertanian, dengan pola padat karya, UKM, dan agrobisnis, ” jelasnya.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami RA ingin mengabdikan diri untuk membangun Kota Solok tahun 2021 hingga seterusnya, karena Solok Masa Depan itu panjang. Karna visi kita untuk jangka panjang, tentu dengan visioner yang jauh. Kalau tujuan kita masa depan, tentu harus kita mulai. Mulainya Solok Masa Depan itu tanggal 9 Desember nanti. Maka dari itu, mulailah kita memandang Solok Masa Depan dengan datang ke TPS untuk mencoblos nomor urut 1 untuk Kota Solok, ” ujarnya.

Sementara itu, calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit yang hadir saat acara itu menegaskan, bahwa ia akan memaksimalkan irigasi agar lahan tidur bisa digarap. Selain itu, ia menyebut bahwa persoalan pupuk harus diselesaikan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada mafia pupuk subsidi di Sumbar.

“Saya akan kejar yang berani main pupuk. Saya kerja sama dengan Polda. Saya tidak suka pupuk kita dijual keluar, akibatnya petani kekurangan pupuk,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Nasrul Abit juga menyinggung soal banyaknya nagari di Sumbar yang masih berstatus tertinggal. Dalam catatannya, kini terdapat sebanyak 120 nagari miskin dari 800 nagari di Sumbar. Karena itu, ia berjanji mengeluarkan daerah-daerah itu dari status tertinggal, termasuk Garabak Data di Kabupaten Solok. (eri)

Profil Eri Satri

mm

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...