Kamis , 23 September 2021
Depan - Headline - Menantang Maut Kabut Asap
Sinar matahari tak mampu memudurkan lampu jalan Kota Padang karena terhalang kabut asap - Saribulih/Spirit Sumbar

Menantang Maut Kabut Asap

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Walau sudah berjalan berbulan-bulan, namun keganasan asap makin menjadi-jadi. Malahan, dugaan kematian terutama para balita oleh kabut asap telah menjadi hiasan diberbagai tempat. Di Palangkaraya, seorang balita diduga meninggal karena serangan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berita sama, juga terjadi di Provinsi Riau dan Jambi, Khusus untuk Jambi hal ini dibantah oleh salah satu rumah sakit.




Awalnya beredar khabar seorang bocah meninggal karena kabut asap di Jambi. Akun Facebook yang atas nama Rhia Moorlife Jambi menjadi perbicangan hangat di dunia maya. Penyebabnya, foto terbaru beserta caption di akun tersebut mengunggah keprihatinan para netizen.

Namun, Pengelola Rumah Sakit Theresia, Jambi membantah khabar yang menyebutkan seorang anak meninggal akibat dampak dari kabut asap yang menyelimuti provinsi ini. Pengelola rumah sakit menyatakan anak balita ini meninggal akibat menderita infeksi paru-paru. Pertanyaannya, apakah memang kabut asap tidak berpengaruh pada paru-paru.

Berita lainnya, kabut asap di Riau juga telah menelan korban jiwa. Seorang anak bernama Muhanum Anggriawati (12), juga meninggal dunia. Sebelumnya, menurut ayah korban, Mukhlis, putri sulungnya tersebut menderita ISPA dan meninggal Kamis (10/9/2015) sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun pada Jumat lalu anaknya pingsan dan kemudian dirawat sepekan di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad, di Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Anak kelahiran 5 Agustus 2003 ini tercatat sebagai murid kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri 171 Kulim Kecamatan Tenayan Raya.

Walau telah berjatuhan korban baik yang telah tewas maupun menuju tewas, kondisi kabut asap justru semakin parah. Malahan, di Kota Padang yang belakangan selalu diguyur hujan seperti tidak mampu membasmi kabut asap. Kabut asap sudah seperti benda padat yang melayang-layang dari udara ke bumi.

Walikota Padang , Mahyeldi Ansharullah menyebut, penderita ISPA di kota ini terus meningkat secara tajam. Malahan dari data puskesmas sudah ribuan orang yang terkena penyakit ISPA. “Dari data sementara dari beberapa puskesmas, sudah 7.800 orang yang terjangkit ISPA. Kita mengintruksikan Dinas Kesehatan Kota Padang untuk mendata yang terkena ISPA, baik itu umurnya, apakah pelajar atau lanjut usia,” ujarnya.

Sementara Anggota DPRD Padang, Masrul meminta Pemko Padang mengumumkan kondisi udara padang secara kontinyu. Dia mengaku sangat kecewa lantaran sampai saat ini masyarakat bingung lantaran tidak mengetahui Air Pollution Index (API) atau Indek Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Padang. “Masa Padang sebagai ibukota provinsi dan penduduk yang sangat besar tidak informasi tentang kondisi udara. Mestinya ini diinformasikan setiap saat apakah, sehat, tidak sehat atau berbahaya,” ujarnya, Rabu, (7/10).

Selama ini, ujar kader PAN ini, Bapedalda Kota Padang hanya diam. Sementara Walikota juga seperti bingung lantaran tidak ada data yang mesti disampaikan pada masyarakat. “Kata walikota, udara berbahaya. Tapi acuan berbahaya itu apa, lantaran tidak informasi kongkrit,” ujarnya.

PALIMO



Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...