Minggu , 29 November 2020
Beranda - Pendidikan - Artikel - Media Pembelajaran dan Interaksi Dalam PBM
Dasril
Dasril

Media Pembelajaran dan Interaksi Dalam PBM

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Dasril (Guru SMPN 4 Koto XI Tarusan)

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan keadaan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, negara dan bangsa. (UU RI No. 20 Tahun 2003)

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar tercermin dari usaha adanya pembenahan pada lembaga pendidikan, meningkatkan mutu guru, memperbaiki proses pembelajaran, pengembangan kurikulum dan kemampuan siswa baik ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan keniscayaan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa inikalah bersaing dalam memasuki eraglobalisasi. Berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang mampu berpartisipasi dalam perubahan, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia.



Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri.

Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan. Pembangunan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan agar mereka lebih profesional.

Tetapi pada kenyataannya upaya pemerintah tersebut belum cukup berarti dalam meningkatkan kuailtas pendidikan. Kualitas pendidikan yang baik dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan di sekolah (Umaedi, 2008).

Proses yang dimaksud adalah proses pembelajaran, menyangkut prilaku kegiatan, ketekunan dan kerajinan seorang dalam belajar. Kegiatan tersebut berupa kegiatan jasmani maupun mental intelektual. Dari proses belajar mengajar itu diharapkan terjadi perubahan-perubahan yang terjadi dan itulah yang dinamakan hasil belajar.

Dalam mengembangkan kemampuan siswa, pendidik harus mampu mengelola proses pembelajaran dengan baik dan menghasilkan output yang baik pula. Proses pembelajaran yang baik memiliki fungsi dan tujuan untuk mengaktifkan siswa di dalam kelas. Sedangkan dikatakan berhasil apabila proses belajar mengajar di kelas dapat meningkatkan pemahaman, sikap dan keterampilan siswa.

Untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa di dalam kelas, maka perlu disusun strategi pembelajaran.Namun terkadang keberhasilan yang diinginkan mengalami kegagalan. Faktor yang menjadi penghambat dalam keberhasilan belajar adalah guru; kurangnya keahlian guru dalam mengelola kelas saat proses belajar mengajar, anak didik dan bawaan emosional dan intelektual anak didik yang sulit menyesuaikan dengan materi pelajaran, kegiatan pengajaran, alat dan bahan evaluasi, seperangkat instrumen mengajar berupa test dan media belajar, dan suasana evaluasi, lingkungan fisik belajar (Djamarahdan Zain, 2006 : 109).

Pola umum kegiatan pembelajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dengan peserta didik dengan bahan sebagai perantaranya. Guru sebagai pendidik, peserta didik yang belajar. Strategi penggunaan metode dan media pembelajaran sangat menentukan kualitas belajar.

Mengingat begitu pentingnya keberadaan sumber belajar, maka setiap guru sudah harusnya memilki kemampuan dalam mengembangkan sumber belajar atau media pembelajaran

Ibrahim (1982 : 12) mengemukakan fungsi atau peranan media dalam proses belajar mengajar antara lain : Dapat menghindari terjadinya verbalisme, Membangkitkan minat atau motivasi, Menarik perhatian, Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan ukuran, Mengaktifkan siswa dalam belajar dan Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar.

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam kegiatan FGD dengan tema "Implementasi Peran dan Tugas DPD RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah" di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah

Mahyudin: DPD RI Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Hukum Pusat dan Daerah

SPIRITSUMBAR.COM, Kalimantan Tengah – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan DPD RI memiliki peran yang ...