Senin , 27 September 2021
Depan - Headline - Masyarakat Protes Pilwana Serentak, Ini Penyebabnya
Wabup Ferizal Ridwan menerima tokoh masyarakat Koto Tuo (foto WBA - Spirit Sumbar)
Wabup Ferizal Ridwan menerima tokoh masyarakat Koto Tuo (foto WBA - Spirit Sumbar)

Masyarakat Protes Pilwana Serentak, Ini Penyebabnya

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Sejumlah tokoh adat yang terdiri dari pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Tuo, Kecamatan Harau, mendatangi kantor Bupati Limapuluh Kota guna menyampaikan aspirasi mereka ke kepala daerah. Aspirasi itu yakni terkait proses pelaksanaan pemilihan walinagari (Pilwana) di Koto Tuo, yang berlangsung secara serentak  pada 12 Juni 2016.

Kepada Wabup Ferizal Ridwan, para tokoh adat ini mengaku ingin menyampaikan beberapa poin pengaduan mereka. “Ada beberapa persoalan terkait situasi Pilwana di kampung kami, karena tidak mampu diselesaikan di tingkat nagari,” kata Ketua KAN Koto Tuo, Zamri Karimi Dt Lelo di ruangan kerja wakil bupati, Sarilamak, Harau, Selasa (21/6/2016).

Didampingi dua anggota KAN Kototuo, Dt Majo Kayo Ka Ompek Suku, Dt Andiko Nan Putiah, serta seorang tokoh pemuda yang juga calon wali nagari Koto Tuo, Eko Pratama, Zamri menyampaikan beberapa poin aspirasi. Pertama, yakni terjadinya dugaan pelanggaran dalam proses Pilwana di Nagari Kototuo, sehingga pemilihan dinilai tidak demokratis.

Pelanggaran itu, katanya, adanya perpanjangan waktu pada hari pencoblosan di sebuah TPS Jorong Padangrantang, yang diduga sengaja dilakukan buat memenangkan calon tertentu. Padahal, sesuai Perbup No 9 Tahun 2016 tentang Pemilihan Wali Nagari, sudah ada ketetapan, bahwa pemilihan dilakukan sampai batas waktu pukul 12.00 WIB siang.

kedua, belum adanya tanggapan atau jawaban atas pengaduan pelanggaran baik dari ketua panitia maupun Badan Musyawarah (Bamus) kepada khalayak selaku pelaksana dan pengawas Pilwana. Ketiga, Zamri menyebut, baik panitia maupun Bamus belum juga memberi rekomendasi atau pun solusi terhadap penyelesaian sengketa Pilwana.

“Sampai kini, belum ada kepastian maupun penjelasan dari Bamus atas upaya penyelesaian, baik ke calon atau masyarakat. Kami khawatir, jika dibiarkan nanti bisa menimbulkan gejolak antar anak nagari kami. Makanya, kami harap, Pak Bupati atau Wabup, turun tangan memberi solusi terhadap persoalan ini,” harapnya.

Mendengar pengaduan para tokoh adat, Wabup Ferizal Ridwan menyebut akan segera berkonsultasi dengan bupati, guna menindaklanjuti persolan tersebut. Namun, Wabup meminta kepada para kandidat, penyelenggara, maupun seluruh unsur masyarakat dapat sama-sama menjaga kondisi keamanan dan rasa badunsanak.

WBA

The Public (terbit tiap Senin)

Mereka menikmati sajian The Public dan Berita Online SpiritSumbar
Mereka menikmati sajian The Public dan Berita Online SpiritSumbar

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Hj. Nevi Zuairina

Nevi Zuairina : Tekan Rentenir Dengan UMi

SPIRITSUMBAR.com, Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VI II, Hj. Nevi Zuairina mengatakan pembentukan Holding ...