Kamis , 23 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Masyarakat Gerah, Jembatan Sungai Rimbang Menunggu Mangsa
Ketua DPRD Limapuluh Kota, Syafarudin Dt. Bandaro Rajo

Masyarakat Gerah, Jembatan Sungai Rimbang Menunggu Mangsa

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Batang Sinamar semakin menggerogoti fasilitas umum dan areal pertanian di Kenagarian Sungai Rimbang Kecamatan Suliki.

Tak hanya mengancam pondasi jembatan, aliran sungai itu juga terus menggerus lokasi balai adat serta puluhan hektar sawah penduduk.

Aspirasi itu disampaikan Pj Wali Nagari Sungai Rimbang Yeni di hadapan tim safari Ramadhan Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang dipimpin Ketua DPRD Syafarudin Dt. Bandaro Rajo, SH dan Wendi Chandra, ST di Masjid Istiqomah Jorong Lombah Sungai Rimbang, Rabu,  22 Juni 2016.

“Kami berharap ini menjadi perhatian serius Pemkab Limapuluh Kota. Kami khawatir jembatan gantung yang menghubungan sejumlah jorong di seberang Batang Sinamar ini akan rusak dan putus, karena pondasi prasarana penyeberangan itu semakin tergerus aliran sungai,” ujar Yeni.

Selain menyelamatkan jembatan, ia juga meminta kegiatan normalisasi sungai itu buat mengantisipasi ancaman kerusakan balai adat dan puluhan hektar sawah penduduk. Terutama sawah yang berada di belokan aliran sungai tersebut.

Selain itu Yeni juga mengharapkan pembangunan jembatan permanen agar sejumlah jorong di Seberang Batang Sinamar seperti jorong Lombah dan Ateh Koto bisa ditempuh roda empat. Selama ini sejumlah jorong itu hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau roda dua melewati jembatan gantung.

“Kami juga sangat merindukan jorong kami bisa ditempuh dengan roda empat seperti jorong-jorong lainnya. Untuk itu kami berharap pembangunan jembatan permanent di Batang Sinamar ini terwujud,” ujar Yeni.

Sedangkan di bidang pertanian, warga meminta pembangunan jaringan irigasi Bonda Gosan dari Jorong Sialang sampai ke Jorong Batu Bauak. “Karena tidak ada irigasi, belasan hektar sawah di Batu Bauak telah menjadi liek (terlantar),” ucap warga.

Menjawab aspirasi itu Wendi Chandra mengakui normalisasi Batang Sinamar sudah harus menjadi prioritas. Sebab, wakil rakyat wilayah pemilihan Kecamatan Suliki itu tahu persis pondasi jembatan, balai adat dan sawah penduduk di Sungai Rimbang memang semakin terancam aliran Batang Sinamar.

“Benar, kita butuh pemasangan batu baronjong di tiap pangkal jembatan gantung. Selain itu juga buat sejumlah lokasi belokan sungai yang rawan tergerus aliran sungai. Bila tidak segera dipasangi batu baronjong, kita khawatir sawah penduduk di sepanjang aliran Batang Sinamar ini akan ikut menjadi sungai,” papar Wendi.

WBA

The Public (terbit tiap Senin)

Cover THE PUBLIC Edisi 27
Cover THE PUBLIC Edisi 27

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...