Minggu , 19 September 2021
Depan - Headline - Maling Pecah Kaca Mobil Mewah di Dharmasraya
Aksi pencurian dengan memecah kaca mobil di Dharmasraya (foto Eko - Spirit Sumbar)
Aksi pencurian dengan memecah kaca mobil di Dharmasraya (foto Eko - Spirit Sumbar)

Maling Pecah Kaca Mobil Mewah di Dharmasraya

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Kondisi  Dharmasraya mulai tidak aman, hal ini ditandai dengan aksi pencurian dengan pemecahan kaca mobil.

Ini terjadi pada sebuah mobil mewah dengan nomor polisi BA 1169 VA yang mana kaca mobil sebelah kanan dipecahkan oleh orang tidak bertanggung jawab saat sedang pakir.

Peristiwa pencurian dengan pemecahan kaca terjadi di Jalan Lintas Sumatera Km 1 Pulau Punjung, Dharmasraya,Sumatera Bar at. Kejadian ini terjadi, menjelang sholat Jumat (22/07/2017). Kejadian ini telah membuat geger warga setempat. Mobil mini bus mewah merk proton milik  Delfiardi (46) warga Jorong Sungai Belit, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

Saat di temui di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), korban Delfiardi mengaku dari bank ada urusan dan kemudian ke Apotik untuk membeli obat. “Setelah itu saya duduk bersama teman teman di warung kopi yang tidak jauh dari mobil diparkir. Berselang tidak lama saya di beritahukan salah seorang pemilik warung parfum kaca mobil dipecah,” ujarnya menceritakan kronologi pemecahan.

Setelah dilihat bersama teman teman ujarnya, memang kaca mobil pada  bagian kanan di belakang sopir pecah berantakan. “Setelah diperiksa yang hilang hanya dokumen berharga seperti dokumen perusahaan, dan STNK kendaran. Sementara,  yang lain yang akan bayar pajak pada hari ini semuanya dalam satu tas,kalau kehilangan materi sampai saat ini tidak ada hanya kerugian pada kaca mobil saya di pecahkan saja.

Dia berharap semoga pelaku dapat di tangkap. Peristiwa pencurian pemecahan kaca mobil mewah ini saat ini dalam penyelidikan pihak berwajib.

EKO

Cover The Public (terbit tiap Senin)
Cover The Public (terbit tiap Senin)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra sedang menjelaskan perihal konferensi internasional ICoNTISH kepada para jurnalis dan peserta konferensi pers

Pertama Kali Digelar PT sejak Pandemi Covid-19, UM Sumbar akan Gelar Konferensi Internasional ICoNTISH

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Melakukan penelitian dan menulis merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akademisi. Selain itu, ...