Minggu , 27 September 2020
Beranda - Pariwisata - Budaya - Mahakarya Randai We’e si Pono, Pentaskan Perjuangan Syekh Burhanudin

Mahakarya Randai We’e si Pono, Pentaskan Perjuangan Syekh Burhanudin

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Jakarta – Randai adalah seni tradisi Minang yang berupa kisah. Ia merupakan kegiatan seni yang memadukan unsur teater, tari, nyanyi (dendang), pantun sambah, silat, musik talempong dengan mengangkat kisah Syekh Burhanudin.

Keunikan randai selain menghadirkan paket seni dalam satu pertunjukkan , pemain randai juga biasanya melibatkan penonton.

Mahakarya Randai disutradarai sutradara yang sudah tak asing lagi Jose Rizal Manua dan Joharsen yang melibatkan anak anak muda profesional yang penuh semangat lebih kurang 60 urang.

Mereka adalah anak muda yang kesehariannya sibuk berjuang meraih kehidupan di rantau orang, namun tetap mencintai seni budaya Minang.

Sebelumnya panitia membuat
Flashmob di CFD bunderan HI. Flashmob ini adalah upaya manajemen Mahakarya untuk menarik perhatian masyarakat Jakarta terhadap budaya minang khususnya seni tradisi randai.

Mahakarya digelar oleh DPP HWK yang didukung oleh Sumbar Talenta Indonesia, Gemumi dan MMC.

Endru, ketua MMC, salah satu pemeran utama sebagai Syekh Abdurauf As Singkili mengatakan bahwa sebagai mileneal ia bangga menjadi tokoh Syekh yang menjadi panutan masyarakat Aceh dan Minang. Ia berharap teman teman mileneal belajar banyak dari sikap dan perilaku para syekh yang dihormati.

Manajer produksi Kurniawati mengatakan “Kami semua ingin menyampaikan pesan moral Syekh Burhanuddin pada teman teman, generasi mileneal bahwa adab yang tinggi jauh lebih mulia dari ilmu yang tinggi”

Ir Danny Soedarsono ketum HWK yang didampingi ketua penyelenggara Enita Adhyalakshmi mengatakan bahwa Seni tradisi adalah bagian dari budaya nasional yang merupakan ketahanan bangsa dan itu perlu dirawat dan selalu dihidupkan sebagai wujud kebanggaan kita sebagai bangsa yang memiliki warnawarni budaya.

Pada hari puncak, 7 Maret  akan hadir para pejabat tinggi dan anggota DPR RI yang sudah konfirm. Selain pertunjukan malam hari pada pagi hari juga ada peragaan busana Minang  oleh Bundo Kanduang HWK Sumbar, ota lapau yang menghadirkan anggota DPD RI , Dirjen Kebudayaan, Bupati Padang Pariaman, Kadis Pariwisata Sumbar, Khalifah ke 15 Syekh Burhanuddin dan dari Balai pelestarian Nilai Budaya regional Sumbar Riau dan Jambi. Serta pameran UKM barang barang  Minang lama yang sudah berusia ratusan tahun serta kuliner Minang mulai dari sala khas Ulakan Kab padang Pariaman yang ada di Makam Syekh Burhanuddin hingga nasi Padang, nasi kapau, soto , sate dan lain lain.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Appraisal Tunjang Program Perbumma Adat Nusantara

SPIRITSUMBAR.COM, Jakarta – Dunia Usaha sekarang sangat terpengaruh oleh adanya Virus corono (covid-19). Namun, uniknya, ...