Senin , 27 September 2021
Depan - Pendidikan - Kampus - Lahan Bermasalah, SMPN 04 Lembah Melintang Masih Terisolasi
Masyarakat kabun bergoro memperbaiki jalan yang rusak parah - Rizal/Spirit Sumbar
Masyarakat kabun bergoro memperbaiki jalan yang rusak parah - Rizal/Spirit Sumbar

Lahan Bermasalah, SMPN 04 Lembah Melintang Masih Terisolasi

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Semua sepakat, jalan merupakan urat nadi pembangunan, baik pembangunan fisik maupun mental. Pembangunan akan berjalan optimal, jika kondisi jalan mulus untuk dilewati.

Sayangnya, jalan mulus yang diidam-idamkan SMPN 04 Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat seperti masih jauh antara panggang dengan api. Sejak sekolah ini berdiri  tahun 2007 sampai saat ini , tidak pernah merasakan jalan yang representatif dan nyaman untuk dilalui.

Berbagai upaya pun telah dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan akses menuju ke sana.  Kepala sekolah pun telah aktif meminta bantuan agar jalan bisa di aspal. Mulai dari  meminta bantuan kepada anggota dewan yang berasal dari sana, kepada Walinagari Ujung Gading dan juga kepada Camat Lembah Melintang.

Namun semua itu hasilnya nihil, lantaran terkendala tanah.  “Salah satu kepala keluarga yang terkena pembebasan jalan tersebut tidak mau,” ujar Kepala SMPN 04 Lembah Melintang Amaddani, S.Pd. di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Amaddani mengaku segala upaya telah dilakukan untuk minta tolong agar jalan menuju ke sekolah ini bisa di perbaiki. Mulai dari minta tolong sama anggota dewan, wali nagari dan juga camat untuk bisa membicarakan kepada warga tersebut. “Namun semua itu tidak ada hasil. Permohonan yang datang pun seakan di anggap angin lalu oleh mereka,” terangnya.

Amaddani mengakui memang jalan ini sudah ada kabar bakal ada pengaspalan pada tahun 2006. Namun karena Standar  Operasional (SOP) dari pembuatan jalan aspal tersebut  4 meter di tambah bahu  jalan 2 meter kiri kanan dan membuat tanah mereka terpakai.

Dia mengakui tanah tempat berdirinya bangunan sekolah ini, berasal dari hibah almarhum ayah mereka. Namun dia menduga ada anggota kelurga yang tidak menyukai itikat baik ayahnya itu. “Setelah ayahnya meninggal  timbullah niat untuk menguasai kembali akan tanah tersebut. Ini  terlihat dengan beberapa kali mereka meminta tahan yang berada di halaman sekolah. Niatnya tersebut sontak terhenti ketika saya bilang bahwa sertifikat tanah ini berada di aset daerah,” ujarnya.

Kita kasihan terhadap siswa-siswi kita yang sering jatuh di jalan tersebut karena tergelincir dari licinnya jalan yang belum di kasih kerikil (sirtu). Setelah jalan itu dipadatkan menggunakan kerikil, siswa pun masih sering jatuh akibat babatuan jalan tersebut. Kita berharap agar pemerintah atau pun dinas terkait memberi solusi terhadap persoalan yang kita hadapi ini,” terangnya.

Salah seorang warga saat dihubungi juga mengaku, banyak warga yang enggan menyekolahkan anaknya di SMPN 04 Lembah Malintang. “Terkadang kita juga merasa enggan untuk menyekolahkan anak-anak kita di sana. Sudahlah jauh dari perlintasan, jalannya pun masih berkerikil,” ujar MD salah seorang warga lembah melintang yang rumahnya tidak jauh dari simpang sekolah tersebut.

BUYUNG

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kuliah Umum Ilmu Politik Unand : Datakrasi Menjadi Alat Bukan Menggantikan Rezim

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Perkembangan kehidupan digital makin menggurita, menguasai semua sektor kehidupan. Tidak terkecuali di ...