Beranda - Pendidikan - Artikel - Komunikasi Guru Kepada Peserta Didik
Rikotmi Hasindi
Rikotmi Hasindi

Komunikasi Guru Kepada Peserta Didik

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Rikotmi Hasindi (Guru UPTD SMPN 1 Kec. Luak)

Mampu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik adalah salah satu point kompetensi guru yang tecantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dalam sub kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh guru. Maka dengan demikian kemampuan itu pasti harus dimiliki oleh guru.

Komunikasi yang menarik pasti akan mempengaruhi orang yang menerima komunikasi tersebut.Baik komunikasi yang dilakukan secara verbal atau non verbal. Memberikan kata-kata yang menyentuh, pasti akan tergugah apabila orang lain mengikutinya.

Kata-kata yang terucap dari seorang guru kepada peserta didiknya adalah seperti kalimat yang punya energi. Kata-kata yang keluar dari mulut guru akan punya pengaruh besar kepada peserta didiknya. Kata-kata itu akan mempengaruhi pikiran , sikap, dan perbuatan peserta didik. Maka sewajarnya kata-kata itu terucap oleh guru dengan bahasa yang lemah lembut, penuh kasih sayang dan penuh tauladan oleh peserta didik hendaknya.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) komunikasi itu berarti pengiriman dan peneriamaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Maka dalam hal ini selayaknya guru berkomunikasi kepada peserta didik dengan komunikasi yang mudah dipahami oleh peserta didik melalui kata-kata sentuhan agar peserta didik memahami pesan yang dimaksud sampai kepada peserta didik.



Hidup seorang guru pastilah beragam adanya. Ada dengan beragam permasalahan yang harus dilewati setiap hari, ada permasalahan itu dihadapi dengan tenang dan sabar, ada pula yang dihadapi dengan gejolak emosi. Entah, permasalahan itu didalam keluarga atau dengan teman sebaya di sekolah. Hal itu adalah biasa karena guru adalah manusia biasa yang tak lepas dari berbagai persolan hidup.

Persoalan yang dihadapi guru, terkadang punya pengaruh terhadap pekerjaan yang sedang diembannya. Emosi tidak stabil dengan menampakkan berkomunikasi tertampilkan ketika mengajar peserta didiknya. Peserta didik tempat pelampiasan emosinya oleh guru yang tidak Professional mengendalikan diri. Perilaku seperti itu seharusnya harus diatasi oleh guru sehingga tidak berefek kepada pekerjaan yang sedang dilakukannya.

Guru yang baik adalah guru yang mengenali diri dan mampu mengendalikan dirinya dan juga mampu mengenali peserta didiknya dan memahami karakter peserta didik. Guru yang idamkan pesrta didik adalah guru yang mampu memahami mereka sehingga dengan demikian guru mampu berkomunikasi secara tepat, cepat kepada peserta didiknya.

Tiap individu peserta didik tentulah tidak sama karakternya karena mereka juga berasal dari berbagai latar belakang lingkungan sosial dan keluarga.Maka tentulah cara guru menghadapi tiap peserta didik pastilah berbeda.

Komukasi yang penuh hikmah , lemah lembut, penuh kasih sayang dalam proses pembelajaran sangatlah penting, baik yang dilakukan secara lisan atau tulisan sehingga tersampaikanlah apa yang dimaksud dalam proses pembelajaran tersebut. Maka penggunaan komunikasi tersebut pastilah dilakukan dalam kegitan belajar.

Penggunaan komunikasi kepada peserta didik haruslah diperhatikan kata-kata yang terucapkan sehingga komunikasi yang dilakukan memang betul-betul mendidik , bermamfaat untuk perkembangan peserta didik sebab komunikasi yang baik akan menimbulkan efek baik pula kepada peserta didik didalam mengikuti pelajaran, dan sebaliknya .

Didalam proses pembelajaran komunikasi yang digunakan bukan saja komunikasi verbal namun komunikasi non verbal juga akan mempengaruhi peserta didik , seperti anggukan, ancungan jempol ,tersenyum, wajah ceria , kontak mata merupakan faktor yang akan memberikan pengaruh besar kepada peserta didik termotivasi didalam mengikuti pelajaran.

Pengaruh komunikasi guru kepada peserta didik akan mempengaruhi kepada ruang kognif , psikomotor dan afektinya.Maka komunikasi guru yang bagus maka hasilnya juga akan baik kepada peserta didik. Untuk itu sebagai guru tentulah berupaya sebaik mungkin untuk berkomunikasi dengan baik.

Membangun komunikasi yang baik antara guru dengan peserta didik secara positif dan edukatif adalah hal yang dibutuhkan agar tercapai interaksi yang mampu menjebatani tanpa konflik. Contoh, seorang guru memberikan teguran kepada peserta didik dengan gaya bahasa yang tidak merendahkan martabat peserta didik adalah jalan untuk mengakrabkan guru dengan peserta didik sehingga kelak dirindukan nasehat tersebut oleh peserta didik. Dia akan mengingat apa yang disampaikan gurunya saat itu.

Tentu semua guru ingin menjadi idaman peserta didiknya. Untuk menjadi idaman peserta didik pastilah tidak mudah sebab yang menentukan kita sebagai guru idaman itu adalah peserta didik. Tentunya mereka juga punya penilaian terhadap diri seorang guru.

Salah satu cara menjadi guru yang diidamkan peserta didik adalah berkomunikasi dengan memahami peserta didik, terbuka dan bijaksana. Mungkin dengan hal ini peserta didik akan memberikan keputusan yang baik bagi kita untuk menjadi guru yang diidamkan. Disamping kompetensi lain yang bisa dikembangkan oleh guru untuk keperluan peserta didik.

Menurut Sumiati dan Asra dalam bukunya Metode Pembelajaran agar tercipta hubungan baik antara guru dengan peserta didik lebih akrab dalam kondisi akademik, guru dan peserta didik seharusnya bersikap saling mengenali, bersikap terbuka, saling percaya dan menghargai dan guru bersungguh-sungguh dengan hati membimbing peserta didik.

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

50 ASN Lakukan Pelanggaran Netralitas di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) terjebak pelanggaran netralitas pemilihan kepala daerah ...