Depan - Berita Pilihan - Ketua KPU Pasbar : Hanya Masalah Kecil
Alharis
Alharis

Ketua KPU Pasbar : Hanya Masalah Kecil

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Pasaman Barat – Ketua KPU Pasbar Alharis mencoba mengklarifikasi insiden yang sempat terjadi saat pihaknya melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual (verfak) dukungan bakal pasangan calon perseorangan.

“Insiden kecil yang terjadi saat kami ingin melakukan rekapitulasi hasil verfak untuk bapaslon perseorangan bupati/ wakil bupati, bukan di saat rekap untuk pilgub,” jelasnya.

Sebelum dimulainya rekap hasil verfak bupati/wakil bupati itu, lanjut dia, KPU tentunya ingin tahu siapa-siapa saja petugas penghubung (Laision Officer/LO) dari masing-masing  bapaslon perseorangan yang akan hadir dalam rapat pleno itu.



“Begitu masing-masing LO sudah didata dan akan beranjak keluar ruangan rapat karena acara rekap belum dimulai. Rupanya masuk seorang rekan wartawan ke dalam ruangan ini. Kemudian dipertanyakan oleh LO dari salah satu bapaslon, sehingga muncul suasana sedikit gaduh,” terang Alharis.

Masih penjelasan Alharis, meski wartawan ini sudah menjelaskan profesinya kepada LO tersebut, tetap saja LO itu nampaknya tidak terima. “Tidak ingin terjadi cekcok di tempat itu, wartawan ini dengan inisiatifnya meninggalkan tempat rapat tersebut,” jelas Alharis.



Ketika usai melakukan rekapitulasi, pada malam harinya Ketua KPU Pasaman Barat melakukan pertemuan dengan Junir Sikumbang dan teman-teman Wartawan lainnya, untuk saling menjelaskan persoalan siangnya.

“Pada malam itu kami sudah ketemu dengan teman-teman wartawan, karena selama ini hubungan kami sangat baik, dan kita semua sepakat kalau itu hanya kesalahpahaman dan tidak perlu diperpanjang,” pungkas Alharis. (rel)

Tip & Trik

loading…


<<< Sebelumnya :KPU Pasbar Usir Wartawan, Nova Indra: Pleno Terbuka KPU Boleh Diliput

Selanjutnya>>>



Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pertashop Hadir di Sikabu, Bupati Padang Pariaman Merasa Senang

Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur SE MM, tampak begitu sumringah ketika meninjau ...