Ketua DPRD Sumbar Supardi: Festival Maek Upaya Mengejar Pengakuan Unesco

oleh

Dari penelitian UNP di Maek, terang Supardi, ditemukan perahu besar. Karena itu, ada kesimpulan dulunya di Maek itu bukanlah sungai, tapi merupakan sebuah pulau dari lautan.

“Dari pertemuan kita dengan BRIN, ternyata pada 2005 sudah dilakukan eskavasi di Maek dan Guguk, ditemukan 3 tengkorak yang ternyata dari penelitian sudah ada sejak abad pertama sebelum Masehi. Makam yang ada di Guguak itu menghadap ke kiblat dan punya liang lahat,” ucap Supardi.

Inilah yang harus dikejar, lanjut Supardi. Ada peradaban besar di Maek. Dan ini akan menjadi bom waktu bagi arkeolog ke depan. Dan ini juga akan menjadi potensi besar pariwisata.

“Karena itu, kalau Sumbar harus bangkit pariwisatanya, maka budayanya yang harus Diangkat. Sama.dengan Jogyakarta dan Bali dimana mereka.tidak lagi menjual laitnya, tapi budayanya. Dan Maek peluang besar memperkenalkan Sumbar di pentas dunia,” terang Supardi.

Festival Maek akan membuka cakrawala semua pihak, termasuk pemerintah Daerah dan pusat, terhadap potensi besar yang ada di Maek. Bahkan beberapa pakar arkeolog sudah menyatakan kesediaan hadir di Festival Maek.

Menarik dibaca