Ia berharap sukses orang minang di masa lalu dengan tokoh-tokohnya yang begitu dikenal di tingkat nasional dan bahkan dunia, hendaknya juga bisa tergambar untuk saat sekarang ini.
Jika tidak mungkin melebihi sukses tokoh-tokoh minang yang terdahulu tersebut, kata dia, kesuksesan Sumatera Barat hari ini minimal setidaknya bisa sama dengan masa ketika tokoh-tokoh terdahulu itu ada.
Kita tidak ingin Sumatera Barat masuk sebagai provinsi terbelakang. Kalau bisa Sumbar ini hendaknya sebagai lokomotif dari provinsi-provinsi yang lain,” ujarnya.

Meskipun dari jumlah penduduk ujarnya, luas wilayah masih kalah dengan Jawa. Tapi secara kualitas manusianya, pembangunan, harus di atas provinsi lain. Karena, itu yang dicontohkan para pendahulu.
Ia menambahkan, berangkat dari semua hal tadi tentunya penting bagi semua stakeholder untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78. Sebagai momen evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan.