“Karena, Sila pertama melahirkan Sila kedua, Sila kedua melahirkan Sila ketiga, Sila ketiga melahirkan Sila keempat, dan Sila keempat melahirkan hakikat tujuan berdirinya negara ini, yakni Sila kelima,” paparnya.
LaNyalla mencontohan Sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Menurutnya, dengan ber-Tuhan artinya melaksanakan ajaran agama. Dalam Islam, artinya menjalankan Syariat Islam.
“Syariat Islam paling fundamental adalah mendirikan Sholat. Dengan mendirikan Sholat, kita mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Apabila seluruh anak bangsa ini menjalankan ajaran agamanya, dan kita sudah mencegah perbuatan keji dan mungkar, maka Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab akan terwujud. Apa artinya? Rakyat yang hidup di negeri ini memiliki moral, akhlak dan adab serta sikap yang baik dan luhur,” terangnya.
Menurutnya, dengan situasi itu, manusia Indonesia akan bersatu. Dengan saling menghargai perbedaan suku dan agama serta perbedaan lainnya. Sehingga terwujudlah Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Persatuan yang terjadi atas kesadaran. Bukan atas paksaan atau tekanan.