Sabtu , 25 September 2021
Depan - Pendidikan - Apresiasi - Keselamatan Jiwa, Penumpang Kapal Antar Pulau
Penumpang kapal antar pulau berdesakan dengan barang
Penumpang kapal antar pulau berdesakan dengan barang

Keselamatan Jiwa, Penumpang Kapal Antar Pulau

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren

Kapal merupakan sebuah sarana transportasi laut bagi daerah yang berada di kepulauan. Dengan adanya kapal akan dapat mempermudah proses pemindahan barang dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain di kepulauan.

Kita dapat bayangkan bagaimana kalau seandainya kapal tidak ada yang beroperasi, sudah barang tentu hasil bumi masyarakat tidak bisa dipasarkan untuk dijual ke kota. Hal ini akan berakibat harga sembilan bahan pokok di daerah kepulauan tersebut akan selangit.

Masyarakat akan menjalani kehidupan dengan konsep ekonomi biaya tinggi. Harga hasil pertanian yang dijual sangat murah sementara kebutuhan pokok yang akan dibeli sangatlah mahal.

Kapal sebagai alat transportasi laut sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas, seperti para pedagang untuk membawa barang dagangannya dan penumpang yang akan berpergian ke suatu tempat. Dalam hal ini keselamatan barang dan orang sebagai penumpang sangat perlu diperhatikan.

Untuk mempermudah dalam proses pengoperasiannya dan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang, perlu dibuat suatu aturan yang jelas dan Standar Operasioanal Prosedur (SOP) dengan komitmen yang tinggi dan patuh terhadap aturan dalam tindakan implementasinya.

Aturan yang dibuat bisa berupa batas maksimal daya angkut barang untuk sebuah kapal harus jelas, demikian juga dengan kapasitas maksimal jumlah penumpang. Aturan ini harus dipatuhi agar keselamatan dalam pelayaran dapat dijaga dengan baik.

Bahkan, aturan harus sampai pula pada kekuatan atau daya angkut kapal dalam membawa barang, Lebih dalam lagi bisa ditelusuri untuk kapal yang baru dengan mesin yang bagus akan berbeda jumlah daya angkutnya bila dibandingkan dengan kapal yang sudah tua apalagi yang sudah tidak layak jalan, jangan dioperasikan lagi.

Bagi penumpang yang membawa barang perlu diperhatikan tempat penyusunannya. Jangan asal diisi saja muatannya dengan jumlah yang melebihi kapasitas dari batas yang telah ditetapkan, karena hal ini akan membahayakan pelayaran dan keselamatan nyawa penumpang.

Demikian juga dalam hal menyusun barang di dalam kapal, perlu di atur dengan baik. Barang yang dibawa jangan asal disusun saja, perlu juga diperhatikan jalan yang akan dilalui penumpang beserta jalur evakuasinya. Kalau hal ini tidak diperhatikan dengan baik, apabila terjadi darurat yang tidak diinginkan selama dalam pelayaran, penumpang akan menyelamatkan dirinya kemana.
Pengalaman menarik yang penulis rasakan ketika pada suatu pagi menaiki sebuah kapal antar pulau yang sarat muatan yang hampir menutup jalan yang akan dilalui penumpang.

Keseimbangan kapal dalam menyusun barang yang akan diangkut juga perlu juga diperhatikan.Dengan

banyaknya barang hasil bumi yang akan diangkut di atas kapal, jalan yang akan dilalui penumpang untuk pergi ke lantai atas dengan menaiki tangga dari lantai bawah sangatlah sempit, hanya bisa dilalui dengan posisi miring oleh penumpang.

  • Betapa sedihnya kita kalau sempat terjadi hal yang tidak diinginkan selama dalam pelayaran. Pertanyaan yang timbul dalam benak kita sekarang adalah apakah selama ini sudah ada aturan dan SOP nya? lalu bagaimanakah sistim penegakkan aturannya. Mudah-mudahan pihak yang berwenang dalam mengurus masalah ini bisa memahaminya. Semoga. (fr)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...