Sabtu , 25 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Kereta Api Padang Bukittinggi, Adakah?
Feri Fren
Feri Fren

Kereta Api Padang Bukittinggi, Adakah?

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Feri Fren (Widyaiswara LPMP Sumbar)

Hari Raya IdulFitri 1437 Hijriah baru saja usai, perantau yang pulang mudik ke kampung halamanpun sudah kembali ke rantau tempat mereka mengadu peruntungan. Apabila kita lihat kilas balik arus mudik di ranah minang kemaren, sangat banyak sekali kendaraan non BA bersileweran yang mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas jalan, khususnya di jalur Padang Bukittinggi.

Walaupun perantau sudah banyak yang kembali dan hari raya sudah selesai, namun kemacetan ruas jalan antara Padang dengan Bukittinggi khususnya pada jam-jam sibuk masih juga belum terselesaikan, waktu tempuh kendaraan bisa melebihi batas normal, hal ini tentu akan mengganggu kinerja serta produktifitas.

Sebagai contoh, seorang pegawai yang berangkat habis sholat subuh dari Bukittinggi untuk bekerja di Padang. Sampai di Padangnya sudah hampir pukul 08.00 WIB (waktu tempuh sekitar 2,5 jam) dengan kondisi kemacetan di jalan raya yang ditemuinya saat ini.

Jika jam masuk kantor bagi seorang pegawai pukul 7.30 WIB, tentu hal ini akan berdampak buruk terhadap kinerjanya.Tidak hanya pegawai yang merasakan, hal serupa juga dirasakan oleh pedagang antar kota dalam propinsi yang menjual dagangannya di pagi hari.

Sebenarnya, jarak antara Padang dan Bukittingi lebih kurang 100 Kilometer. Jika ditempuh dengan kendaraan umum dengan kecepatan rata-rata  65 Km/Jam, berarti waktu tempuhnya hanya sekitar1,5 jam. Berapa waktu yang terbuang cuma- cuma dengan terjadinya kemacetan di jalan raya. Kita semua tahu bahwa waktu adalah uang dan waktu juga akan bisa meningkatkan volume hasil dari suatu pekerjaan.

Melihat kondisi seperti ini sudah saatnyalah pemerintah provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan PT.Kereta Api Indonesia untuk menghidupkan kembali jalur transportasi kereta api Padang Bukittinggi.

Kalau kita lihatkondisi real, jalurkereta api Padang Bukittinggi sudah ada sejak zaman Hindia Belanda, tinggal pembenahannya saja lagi. Untuk jalur Padang ke Padang Panjang tampaknya sudah selesai dibenahi. Tinggal jalur Padang Panjang dan Bukittinggi lagi. Akibat selama ini jalur kereta api antara Padang Panjang dan Bukittinggi dibiarkan begitu saja, sudah banyak yang beralih fungsi, sayang sekali kita rasanya.

Jika dihitung-hitung setiap harinya, sangat banyak sekali penumpang yang akan diangkut dari Padang ke Bukittinggi demikian pula sebaliknya.Apakah itu para pegawai yang berulang, wisatawan domestik dan manca negara, pedagang dan serta barang-barang yang akan diangkut dari dan ke Bukittinggi, karena dua kota ini merupakan dua kota besar di Sumatera Barat yang sangat sibuk aktifitasnya. Dengan adanya kereta api, para penumpang akan bisa terlayani dengan cepat bahkan biayanyapun bisa lebih murah.

Kereta api yang dimaksud dapat berupa kereta api komuter dari Padang ke Bukittinggi atau berupa kereta api cepat. Rindu sekali kita rasanya untuk bisa menaiki keretaapi dari Padang ke Bukittinggi.

Menurut Wikipidia Bahasa Indonesia kereta api komuter adalah sebuah layanan transportasi kereta api penumpang antara pusat kota dan pinggiran kota yang menarik sejumlah besar orang yang melakukan perjalanan setiap hari. Kereta beroperasi mengikuti sebuah jadwal, pada kecepatan yang berbeda-beda mulai dari 50 sampai 200 km/jam. Jarak biaya atau harga zonapun kadang digunakan sebagai acuan tarif.

Pengembangan jalur kereta api komuter dari Padang ke Bukittinggi pada saat ini sebenarnya sudah menjadi keharusan, mengingat banyaknya dampak positif terhadapkesejahteraan masyarakat, termasuk untuk pengembangan sektor pariwisata dan dunia industri.

Keberadaan kereta api komuter akan dapat mengurangi kemacetan, mengurangi pemakain kendaraan pribadi, pengurangan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta penguranganpolusi dan masalah lingkungan lainnya.

Sebagai kaca perbandingan, mari kita lihat betapa senangnya masyarakat untuk bepergian dari Jakarta ke Bogor dengan memakai jasa kereta api komuter. Disamping biaya murah, terjadi efisiensi waktu dalam perjalanan. Jam berapa merekaharus berangkat bisa diperkirakan, karena kereta api jarang sekali macetnyadanpadaumumnyatepatwaktu. Waktu yang terbuang cuma-cuma bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produktifitaskerja.

Akankah kereta api komuter untuk melayani penumpang pada jalur Padang dan Bukittinggi bisa terwujud. Mari kita serahkan semua itu kepada yang berwenang untuk mengurus dan mengelolanya. Tugas kita sebagai masyarakat, memberikan dukungan penuh agar mimpi ini bisa terwujud. Andaikan ada kereta api dari Padang ke Bukittinggi tentu kita semua akan merasa senang dan nyaman dalam perjalanan. Betapa indahnya, urusan akan semakin lancar dan masalah kemacetan yang terjadi selama ini akan bisa juga kita urai. Semoga.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PON XX Papua 2021, Kontingen Sumbar : Papua Sangat Kondusif

SPIRITSUMBAR.com, Papua – Kondisi empat kluster kota dan kabupaten pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX ...