Minggu , 29 November 2020
Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengambilan Keputusan
Oktozil Nurdia
Oktozil Nurdia

Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengambilan Keputusan

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Oktozil Nurdia (Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Madrasah sebagai suatu organisasi dan lembaga pendidikan dipimpin oleh seorang kepala madrasah.

Kepala madrasah memegang manajemen penyelenggaraan, sehingga kepala madrasah memegang administrator. Sebagai administrator bertanggung jawab mengatur bawahan, termasuk guru-guru dan karyawan.

Selain sebagai administrator kepala madrasah juga bertugas sebagai supervisor yaitu membimbing secara lengkap bagi para guru dan pegawai dalam bekerja. Dengan demikian kepala madrasah harus mampu menciptakan suasana yang harmonis serta komunikatif dengan fleksibel antara kepala madrasah dengan guru dan karyawan.

Permasalahan yang dihadapi kepala madrasah dalam melaksanakan tugas manajerial, supervisi dan kewirausahaannya sangatlah kompleks. Masalah terkait dengan siswa diantaranya pelanggaran tata tertib sekolah, dukungan orang tua yang rendah, serta minimnya dukungan sarana belajar yang dimiliki siswa.

Permasalahan terkait dengan guru, diantaranya adalah adanya beberapa guru yang suka terlambat datang ke madrasah, motivasi guru untuk mengembangkan kompetensi kurang.

Langkah – langkah pengambilan keputusan kepala madrasah ditinjau dari aspek kajian situasi dan penyebab terjadinya pelanggaran tata tertib oleh siswa dan guru, langkah pertama yang dilakukan oleh kepala madrasah adalah mengenal lebih dekat siswa dan guru.

Kepala madrasah dapat melakukan pendekatan kepada siswa dan guru yang melakukan pelanggaran dengan melakukan komunikasi langsung terhadap masalah yang dialami.

Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lee, dkk. (2011) dimana inti dari kepemimpinan kepala madrasah adalah selalu mendengarkan siswa dan gurunya terhadap persoalan atau permasalahan yang dialami, sehingga siswa dan guru akan merasa diperhatikan ketika kepala madrasah melakukan pendekatan dan komunikasi langsung.

Langkah selanjutnya dalam pengambilan keputusan kepala madrasah ditinjau dari aspek kajian situasi dan penyebab terjadinya pelanggaran tata tertib oleh siswa adalah mengamati jenis pelanggaran yang dilakukan siswa dan mencari penyebab terjadinya pelanggaran.

Langkah selanjutnya mencari dan menemukan faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan pelanggaran tata tertib. Mengklasifikasi penyebab pelanggaran yang dilakukan siswa, dan menemukan penyebabnya yaitu ekonomi, minimnya pengawasan dan perhatian orang tua, sikap otoriter orang tua, tidak ada pengawasan sosial di lingkungan tempat tinggal (orang tua tidak peduli saat jam belajar anak, sehingga banyak anak tidak belajar dan mengerjakan PR.

Langkah-langkah pengambilan keputusan kepala madrasah memiliki dampak positif dan negatif bagi siswa ataupun guru. Dari langkah-langkah pengambilan keputusan, kepala madrasah dapat mengenali jenis pelanggaran dan dampak atas pelanggaran tersebut, baik kepada siswa ataupun guru.

Langkah ini dapat dilakukan dengan cara mendengarkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dan guru.
Pelanggaran siswa yang meliputi siswa yang tidak mengerjakan PR dan melanggar kedisplinan belajar, akan berdampak pada siswa akan kesulitan dapat meningkatkan prestasinya. Maka langkah keputusan yang dapat diambil oleh kepala madrasah adalah melakukan pengawasan terhadap guru dalam mengelola siswa di kelas.

Pelanggaran tata tertib dari siswa yang tidak mengenakan pakaian seragam yang seharusnya, memiliki dampak negatif yang mempengaruhi sikap siswa mengikuti pelajaran. Kepala madrasah dapat mengambil keputusan dengan melakukan pengawasan langsung kepada siswa dan kepedulian guru terhadap pelanggaran yang dilakukan siswa.

Bentuk pelanggaran tata tertib siswa membuang sampah sembarangan memiliki dampak negatif terhadap perilaku siswa di lingkungan masyarakat. Dalam hal ini, langkah keputusan yang dapat diambil kepala madrasah adalah menjalin komunikasi dan melakukan sosialisasi kepada siswa untuk menjaga kebersihan.
Pelanggaran tata tertib yaitu siswa berkelahi dengan teman sekolah memiliki dampak negatif pada perilaku pergaulan yang cenderung merusak, maka kepala sekolah dapat mengambil keputusan dengan cara melakukan pengawasan langsung kepada siswa dan mengajak partisipasi aktif guru membina karakter dan perilaku siswa melalui keteladanan.

Pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh guru terlambat hadir ke madrasah dan melanggar kedisiplinan belajar memiliki dampak negatif hak belajar siswa berkurang dan prestasi siswa sulit berkembang, maka dalam hal ini kepala sekolah dalam mengambil langkah keputusan dengan melakukan pengawasan terhadap guru dalam mengelola siswa di kelas.

Pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh guru melakukan perbuatan atau berucap yang tidak pantas di hadapan peserta didik, maka langkah kepala sekolah adalah memberitahukan kepada guru untuk tidak menunjukkan merokok di hadapan siswa. Kepala sekolah dapat berdiskusi dengan guru diselingi dengan candaan.

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam kegiatan FGD dengan tema "Implementasi Peran dan Tugas DPD RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah" di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah

Mahyudin: DPD RI Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Hukum Pusat dan Daerah

SPIRITSUMBAR.COM, Kalimantan Tengah – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan DPD RI memiliki peran yang ...