Selasa , 21 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Kepemilikan Saham Diminta Lebih Transparan
Gedung DPRD Pessel
Gedung DPRD Pessel

Kepemilikan Saham Diminta Lebih Transparan

Print Friendly, PDF & Email

Spirit Sumbar – Fraksi Gerindra DPRD Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta Pemkab Pessel untuk lebih transparan dalam kepemilikan saham ke perusda dan perbankan.

“Implementasi kepemilikan saham harus lebih dijelaskan lagi,” kata Aprinal Tanjung, Juru Bicara Fraksi Gerindra, Jumat (22/7/2016).

Perihal ini dikemukakan dalam Rapat Paripurna tentang Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat terhadap Nota Ranperda RPJMD Tahun 2016-2021 dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2015, di Gedung Pertemuan setempat.

Dalam laporan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2015, terangnya, kepemilikan saham justru mencapai angka Rp15,4 Miliar. “Ini tertuang dalam laporan Pengeluaran Pembiayaan,” kata Aprinal Tanjung.

Sebelumnya, Bupati Pessel Hendrajoni menerangkan, realisasi Pengeluaran Pembiayaan di Tahun 2015 sebesar Rp15,489 miliar, dari target Rp15,936 miliar.

Hal ini dijelaskan dalam Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Nota Ranperda RPJMD Kabupaten Pesisir Selatan 2016 – 2021 dan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2015 di Gedung Pertemuan Pemkab setempat, Kamis (21/7/2016).

“Pada Tahun Anggaran 2015, Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp15.936.000.000. Sedangkan realisasinya sebesar Rp15.489.000.000,” katanya.

Pengeluaran pembiayaan, tambah Hendrajoni, berupa penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah, yang diarahkan mendatangkan profit. “Investasi dilakukan dalam bentuk kepemilikan saham pada Bank Nagari dan PDAM,” kata Hendrajoni.(kt)

Selanjutnya: Fraksi DPRD PAN Pessel Sorot Penggunaan Anggaran

Sebelumya   [ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]   Selanjutnya

Spirit Sumbar
Spirit Sumbar

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Kejar Target, Vaksinasi Sasar SMAN 6 Sijunjung

SPIRITSUMBAR.com, Sijunjung – Polres Sijunjung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, launching Gerai Vaksin tingkat sekolah ...