Minggu , 29 November 2020
Beranda - Pendidikan - Artikel - Kepala Sekolah di Masa Pandemi Covid-19
Rika Wahyuni
Rika Wahyuni

Kepala Sekolah di Masa Pandemi Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Rika Wahyuni (Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar)

Penyebaran Corona Virus desease atau yang lebih dikenal dengan virus corona (Covid-19) di Indonesia sampai detik ini masih belum menunjukkan angka penurunannya.

Terhitung 25 Oktober 2020, terjadi penambahan kasus sebanyak 3.732 kasus dengan total keseluruhan kasus menjadi 389.712 kasus Covid-19 (Kompas, 25 Oktober 2020).

Pengaruhnya masih sangat kuat terhadap dunia ekonomi, sosial, kesehatan, keamanan dan tidak terkecuali pendidikan. Hal ini masih menjadi dilema dalam dunia pendidikan untuk melakukan tatap muka kembali seperti sedia kala. Ada beberapa sekolah yang sudah mulai mengadakan tatap muka baik yang berada di zona hijau dan kuning, namun kembali melakukan daring karena kenyataannya ditemukan kluster baru penyebaran baik dari segi peserta didik maupun tenaga pendidiknya.



Sebagai langkah antisipatif dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virusnya, pemerintah mengeluarkan  beberapa kebijakan diantaranya mewajibkan pembelajaran online di semua jenjang pendidikan bagi yang berada di zona merah dan orange. Kebijakan ini berlaku di seluruh lembaga pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah.

Kebijakan ini merupakan langkah efektif yang bisa dilakukan pada masa pandemi. Interaksi antar manusia harus dikurangi, kita tidak harus bersentuhan atau bertatap muka langsung antara yang satu dengan yang lainnya, akan tetapi bisa melalui media cetak, teknologi dan media sosial ( Adiwijaya , 2020).

Permasalahan seperti tentu harus di dukung dengan ketersediaan perangkat, jaringan internet, serta kreatifitas dan inovasi guru dalam menyusun media pembelajaran yang mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ). Untuk keperluan semua itu kompetensi guru dalam bidang informasi teknologi perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepala sekolah di masa pandemi covid-19 untuk mewujudkannya.

Kepala sekolah sebagai ujung tombak dalam membangun atmosfir pendidikan di sekolah. Kepala sekolah harus bisa memastikan apakah peserta didik mendapatkan pembelajaran yang bermakna melalui PJJ. Walaupun pembelajaran dilaksanakan di rumah, pembelajaran harus tetap menerapkan pola pembelajaran siswa aktif.

Meskipun di masa pandemi, kepala sekolah harus bisa memastikan bahwa proses pembelajaran di sekolahnya berjalan lancar. Dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah maka kepala sekolah harus mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa dan orang tua secara cepat dalam mendukung PJJ.

Pengambilan keputusan oleh seorang kepala sekolah merupakan sesuatu hal yang harus dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen kepala sekolah. Hal senada sebagaimana yang dikatakan Siswanto (2012) bahwa pengambilan keputusan adalah serangkaian aktifitas yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan masalah yang sedang dihadapi kemudian menetapkan alternatif yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi, maka pengambilan keputusan dapat dimaknai sebagai intisari dari proses administrasi.

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah bertujuan untuk dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara atau teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya terlebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pada pemilihan alternatif yang terbaik dari berbagai macam alternatif yang ada.

Beberapa langkah yang ambil oleh kepala sekolah terkait proses pembelajaran pada masa pandemi covid yaitu dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah memasukkan unsur pembelajaran aktif: Ada beberapa langkah kongkrit yang bisa dilakukan oleh seorang kepala sekolah. Pertama, merancang kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi darurat bencana covid-19 melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi atau kelas pintar. Langkah ini sangat penting mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan oleh guru dan peserta didik meskipun menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

Kepala sekolah bersama guru membuat peta pengajaran yang rinci dan akurat tentang sebaran materi yang akan dilaksanakan atau dibahas selama pandemi Covid-19. Tahap selanjutnya meminta guru untuk dapat berkolaborasi dan mengatur jadwal sehingga beban tugas peserta didik tidak terlalu berat dan menumpuk. Tugas yang diberikan tidak hanya aspek pengetahuan, tapi juga menyelipkan aspek life skills (kecakapan hidup) agar siswa merasakan pembelajaran yang diikutinya menyenangkan dan bermakna.

Kedua, kepala sekolah memberikan motivasi kepada para guru. Kepala sekolah menyampaikan kepada guru, apapun kendala dan permasalahan yang dihadapi dapat dibicarakan dengan baik. Kepala sekolah selalu memberikan kata-kata motivasi dan juga himbauan agar dalam masa-masa yang penuh kebosanan ini siswa tetap bersemangat melakukan aktivitas pembelajarannya.

Ketiga, melakukan pelatihan kepada guru-guru dalam mengenal platform pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kepala sekolah menyadari keterbatasan kemampuan dan sarana yang tersedia. Tidak semua guru mampu mengoperasikan platform pembelajaran jarak jauh. Guru yang mahir dan paham dengan IT diminta menjadi mentor untuk mendampingi guru lain yang belum bisa sehingga ketercapaian penggunaan dan pengoperasian platform dapat dijalankan.

Keempat, mentransformasikan laporan tugas ke dalam bentuk daring. Seluruh pemangku kepentingan sekolah yang bertugas dan menjabat untuk menyusun rencana kerja darurat untuk dilaporkan setiap harinya melalui daring. Laporan tersebut secara terperinci seperti deskripsi kegiatan dan bukti fisik seperti foto dan lain-lain. Laporan dikirim melalui google form sehingga memudahkan semua pemangku kepentingan sekolah dalam pelaporan dan bertanggungjawab atas tugas dan kinerja masing-masing.

Sungguh sangat banyak tugas kepala sekolah di masa pandemi ini dalam rangka menstabilkan proses pembelajaran. Kepala sekolah kreatif dan inovatiflah yang akan bisa mewujudkan semua itu.

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam kegiatan FGD dengan tema "Implementasi Peran dan Tugas DPD RI Dalam Rangka Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah" di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah

Mahyudin: DPD RI Punya Peran Strategis Dalam Pembentukan Hukum Pusat dan Daerah

SPIRITSUMBAR.COM, Kalimantan Tengah – Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengatakan DPD RI memiliki peran yang ...