Kolaborasi dari semua pihak menjadi kata-kata penting untuk diperhatikan. Seluruh komponen masyarakat formal, nonformal untuk bekerja sama memonitoring proses belajar mengajar.
“Kami minta posyandu, UKS, PKK, darmawanita, serta bekerja sama dengan seluruh relawan yang sudah terdaftar di sektor pendidikan. Kami akan membuka hotline di Kemendagri sehingga persoalan yang menjadi kewenangan pemda mendapat respon cepat dan pembelajaran tidak terganggu,” ujar Eko pada kesempatan yang sama.
Lebih lanjut ia mengajak agar pemda segera melakukan simulasi pembukaan pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan agar daerah semakin siap menuju kondisi kenormalan baru. “Pemda harus adaptif. Kebiasaan baru ini menjadi pegangan utama, kami akan keluarkan juknis yang diperlukan pemda untuk memperlancar proses tersebut,” imbuhnya.
Dalam tataran yang lebih teknis, Kemendagri telah menghimpun 2000 video protokol kesehatan dari hasil lomba yang diselenggarakan kementeriannya untuk mengedukasi masyarakat melalui cara yang lebih menarik.