Depan - Berita Pilihan - Kembali Beraksi, Napi Asimilasi Ditembak Polisi
Mardinata alias Jua, Napi Asimilasi yang kembali dilumpuhkan polisi
Mardinata alias Jua, Napi Asimilasi yang kembali dilumpuhkan polisi

Kembali Beraksi, Napi Asimilasi Ditembak Polisi

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk meringkus Mardianto alias Jua yang mencoba melarikan diri setelah disergap polisi.

Jua merupakan nara pidana (napi) yang baru bebas melalui program asimilasi dari Kementrian Hukum dan HAM di tengah pandemi covid-19  . “Pelaku bernama Mardinata alias Jua (26), terpaksa kita lumpuhkan karena saat penangkapan di kawasan Jalan Rasuna Said, Kecamatan Padang Barat, pelaku mencoba melakukan perlawanan,” ujar Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda pada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Ditambahkannya, Mardinata alias Jua ditangkap karena melakukan aksi pencurian gadget di Plaza Andalas Ramayana Padang, Rabu (15/4/2020) . Kemudian berdasarkan laporan dari korban dengan nomor LP/215/B/IV/2020/SPKT Unit 1 Polresta Padang tanggal 15 April 2020, akhirnya pelaku berhasil dibekuk.


“Peristiwa tersebut terungkap berdasarkan rekaman CCTV di sekitar konter penjualan gadget tersebut. Dengan adanya rekaman CCTV, kami dengan mudah mendapat identitas pelaku,” terangnya lagi.

Dijelaskan Rico, penangkapan pelaku dilakukan dengan strategi pembelian terselubung dan pelaku pun diajak untuk bertemu. Awalnya menolak untuk diajak bertemu. Tetapi akhirnya berhasil dibujuk supaya bisa bertemu.

“Pelaku akhirnya bisa diajak bertemu menggunakan polisi wanita (polwan) yang menyamar sebagai calon pembeli. Kemudian disepakati untuk bertemu di Jalan Rasuna Said, Kecamatan Padang Barat,” sambungnya.

Penyamaran polisi akhirnya tercium oleh pelaku saat melakukan transaksi. Mengetahui dirinya dijebak, pelaku pun melakukan perlawan dan mencoba untuk melarikan diri.

Selanjutnya >>>



 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

KI Sumbar gelar bimtek dengan Mentawai

3 Komisioner KI Sumbar Keroyok PPID Mentawai

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Jarak bukan menjadi penghalang bagi Komisi Informasi Sumatera Barat ((KI Sumbar) untuk ...