Beranda - Berita Pilihan - Keluarga Siswa Positif Covid-19, Sekolah di Sawahlunto Kembali Tutup

Keluarga Siswa Positif Covid-19, Sekolah di Sawahlunto Kembali Tutup

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Sawahlunto – Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto Kembali menghentikan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di sekolah terhitung, Selasa, 28 Juli 2020.

Penghentian PBM tatap muka ini tertuang pada Intruksi Walikota Sawahlunto nomor 800/301/DISDIK. 1/SWL/2020

Pada poin Intruksi tersebut ditegaskan terhitung 28 Juli 2020 siswa SMP/sederajat dan SMA/ sederajat di Kota Sawahlunto kembali belajar secara daring/luring.



Sementara poin tiga juga meminta guru dan tenaga kependidikan tidak melakukan aktifitas ke sekolah sejak 28 Juli sampai 2 Agustus 2020.

Sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat di Kota Sawahlunto, telah dibuka dan melaksanakan belajar tatap muka sejak tahun ajaran baru 2020/2021 atau 13 Juli 2020. Pada saat itu, ada 6 daerah yang dinyatakan sudah zona hijau.

Empat dari 6 zona hijau telah melaksanakan PBM tatap muka yakni, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang juga dinyatakan zona hijau tetap menunda PBM tatap muka.



Namun, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh dan Kota Sawahlunto kembali dinyatakan zona kuning. Lantaran adanya warga daerah tersebut terkonfirmasi covid-19.

“Kemarin seorang warga inisial S yang telah sepekan pulang dari Samarinda terkonfirmasi positif Covid-19. Yang bersangkutan punya anak sekolah di SMP dan SMA karena itu, sekolah kita liburkan kembali,” ujar Walikota Sawahlunto Deri Asta, Selasa (28/7/2020)

Sesuai aturan, daerah zona kuning atau ada warga yang positif Covid-19 memang tidak diizinkan untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

“Kita pindah ke sistem sekolah jarak jauh baik daring maupun luring,” katanya.

Ia mengatakan saat ini petugas kesehatan langsung turun untuk melakukan penelusuran (tracing) dan pelacakan (tracking) warga yang pernah kontak dengan yang bersangkutan atau keluarga. Sementara keluarga S sudah diisolasi dan mengikuti tes usap (swab) PCR untuk memastikan kondisi kesehatan dan penanganan lebih lanjut.

Deri menyebut saat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, Sawahlunto tidak lagi menerapkan pembatasan bagi orang yang ingin masuk ke daerah itu. Kelonggaran itu membuat Sawahlunto “kecolongan”.

Tip & Trik

loading…


Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Dua Ranperda Usul Prakarsa DPRD Sumbar Masuk Propemperda Provinsi Sumbar tahun 2020

Spiritsumbar.com, Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna penetapan ...