Beranda - Headline - Keluarga Mualaf Batalkan Umroh, Uangnya untuk Bangun Pesantren
Anggota DPRD Kota Solok yang juga perwakilan Yayasan Darianis Yatim, Rusdi Saleh foto bersama Pimpinan Ponpes Darut Thalib, ustad Boby Setiadi Bu'ulolo dan majelis guru Ponpes Darut Thalib.
Anggota DPRD Kota Solok yang juga perwakilan Yayasan Darianis Yatim, Rusdi Saleh foto bersama Pimpinan Ponpes Darut Thalib, ustad Boby Setiadi Bu'ulolo dan majelis guru Ponpes Darut Thalib.

Keluarga Mualaf Batalkan Umroh, Uangnya untuk Bangun Pesantren

Print Friendly, PDF & Email

Mereka berusaha keras mencari dana setidaknya Rp 5 juta untuk beras, Rp 8 juta untuk lauk pauk, Rp 500 ribu untuk air minum galon, ditambah biaya lainnya seperti listrik, air bersih, dan lain lainnya.

Pondok Pesantren Darut Talib tidak hanya terkendala dengan kebutuhan pokok santri, akan tetapi juga keteter dalam memenuhi kesejahteraan guru. Guru di sini hanya digaji antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 200 000.

Senin sore (2/3/2020), Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Boby Gustiadi Thalib Bu’ulolo, kedatangan tamu Anggota DPRD Kota Solok, Rusdi Saleh. Kepada Rusdi Saleh Boby Gustiadi dengan wajah sumringah, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Solok dan DPRD Kota Solok yang telah menganggarkan dana hibah ke pesantren Darut Thalib sebesar Rp 500 juta di APBD Kota Solok 2020. Pria kelahiran 11 Agustus 1994 ini, menuturkan dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun bangunan baru di bagian kiri bangunan lama.



“Dana sebesar itu sangat berarti bagi kami dan para santri. Jangankan Rp 500 juta, Rp 1.000 saja sudah sangat berarti bagi kami,” ujar Boby.

Anggota DPRD Kota Solok yang Perwakilan Yayasan Darianis Yatim di Sumbar, Rusdi Saleh, mengatakan dirinya sangat tersentuh dengan kondisi Ponpes Darut Thalib. Menurutnya, disaat Yayasan Darianis Yatim sudah membangun 20 masjid di Kota Solok dengan dana puluhan miliar rupiah, ternyata masih ada lembaga pendidikan keagamaan dengan kondisi yang sangat memiriskan seperti ini.

Simak Video :Tragis… Kepala Tersangka Tragedi Susur Sungai Dibotaki

Aktivis sosial in berjanji akan mengupayakan berbagai hal untuk membantu keberlangsungan Ponpes Darut Thalib ini. Baik sebagai anggota dewan, maupun kapasitasnya sebagai perpanjangan tangan Yenon Orsa, pemilik Yayasan Darianis Yatim.

“Yayasan Darianis Yatim bererak dibiadang sosial, seperti membantu biaya pendidikan dan membantu masyarakat yang butuh pertolongan. Ini merupakan komitmen moral kami di yayasan, dan tidak ada sangkut pautnya politik ataupun maksud-maksud lain,” kata Rusdi Saleh.

Lebih jauh ia mengatakan, Yayasan Darianis Yatim sangat berharap Boby dan keluarganya, serta majelis guru di Ponpes Darut Thalib, senantiasa menetapkan hati dan meluruskan niat membangun pendidikan agama.

Berikutnya >>>

Halaman

[ 1 ]    [ 2 ]    [ 3 ]    [ 4 ]    [ 5 ]



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Pardi.

Proses dan Implementasi Perencanaan Pendidikan

Oleh : Pardi ( Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar ) Dalam hal apapun, perencanaan tentu ...