Jumat , 17 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Kebutuhan Beras, Alex Indra Lukman : Mendag Jangan Sekedar Berhitung di Atas Kertas
Alex Indra Lukman
Alex Indra Lukman

Kebutuhan Beras, Alex Indra Lukman : Mendag Jangan Sekedar Berhitung di Atas Kertas

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman meminta jajaran Kementerian Perdagangan (Mendag), tak hanya berhitung di atas kertas terkait kebutuhan beras nasional.

“Luas lahan bisa diukur, panen bisa dihitung, konsumsi bisa diperkirakan, bahkan cuaca juga bisa diprediksi untuk menentukan mulai masa tanam. Sekarang, kok impor beras yang diwacanakan,” kata Alex dalam pernyataan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Akibat wacana impor beras itu, terangnya, mengakibatkan jatuhnya harga beras di tingkat petani. “Sekarang zaman sudah susah. Pandemi Covid19 membuat roda ekonomi bergerak sangat lambat, jangan malah menambahinya dengan wacana yang melukai perasaan wong cilik,” tegas Alex.



Dikatakan Alex, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah merilis luas baku tanah sawah di Indonesia pada 2019 seluas 7,46 juta hektar atau tepatnya 7.463.948 hektar.

Kemudian, terangnya, Kementan melalui Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah merilis, dalam kurun waktu 2015-2019, telah berhasil mencetak sawah baru seluas 224.977 hektare.

Penambahan ini, diperkirakan akan menambah produksi beras nasional sebanyak 673.326 ton per tahun dengan rata-rata produksi 3 ton per hektare.

“Jangan biasakan ambil jalan pintas, untuk memenuhi cadangan beras Bulog yang diamanahkan sebesar 1-1,5 juta ton per tahun,” terangnya.

“Koordinasi Kementan beserta jajaran dengan stakeholder terkait, mesti harus lebih intens. Jangan ego lembaganya saja yang dikedepankan. Mari kita sama-sama bergotong royong untuk mewujudkan visi-misi Presiden Joko Widodo dibidang peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Alex mengindikasikan pernyataan Lutfi siap melepas jabatannya jika keputusannya (impor beras-red) terbukti salah saat rapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin (22/3/2021) lalu, merupakan salah satu indikator tak jalannya koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Mari sama-sama bekerja keras untuk membawa bangsa ini lebih sejahtera. Jangan ego sektoral saja yang dikemukakan,” pintanya. (relis)

Tip & Trik

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Supardi bersama 4 Remaja Parlemen asal Sumbar

Supardi Beri Dukungan, 4 Siswa Sumbar Ikut Parlemen Remaja

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi dukung ...