Depan - Pendidikan - Artikel - Kato Nan Ampek bagi Generasi Muda Minangkabau
Khusnul Fatimah
Khusnul Fatimah

Kato Nan Ampek bagi Generasi Muda Minangkabau

Print Friendly, PDF & Email

Kerap kita temukan anak-anak yang melawan ucapan orang tua, melawan kepada guru di sekolah. Ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua.

Sebab jika terus dibiarkan maka akan semakin memudarlah penerus adat langgam kato nan ampek yang sangat memperhatikan serta menjunjung tinggi sopan santun dalam berbicara.

Selain itu jika sikap dan aturan dalam langgam kato nan ampek ini, kita praktekkan dan pahami dengan baik. Siapapun itu akan dihargai oleh orang lain. Kuncinya dengarkan orang berbicara 2 kali, setelah itu baru bicara.



Gunakan kata yang halus dan berbicaralah lemah lembut, agar lawan bicara bisa nyaman berkomunikasi dengan kita.

Sebagaimana pepatah minang mengatakan “ Nan kuriak iyolah kundi, Nan merah iyolah sago. Nan baiak iyolah budi, Nan indah iyolah baso” maksudnya yang paling berharga dalam kehidupan bergaul adalah budi pekerti yang baik dan sopan santun.

Jadi, kita harus bisa mengamalkan kato nan ampek ini dalam kehidupan sehari-hari.

<<< Sebelumnya

Selengkapnya >>>

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bright Gas Bersinergi Dengan UMKM Randang Payakumbuh Menuju Go Digital

Rangkaian Kampanye City of Randang SPIRITSUMBAR.com, Padang – Sebanyak 40 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan ...