Selasa , 22 September 2020
Beranda - Berita Pilihan - Kapolda Sumbar Terima Rekor MURI

Kapolda Sumbar Terima Rekor MURI

Print Friendly, PDF & Email

Fakhrizal: Pelestarian Budaya Minang Harus Berkesinambungan

SPIRITSUMBAR, com, Solok Selatan – Ribuan penari piring mileneal pagi Minggu 22/9/2019 di pusat kabupaten Solok Selatan, Padang Aro, Sangir, heboh.

Pertunjukan tarian kolosal khas Minangkabau itu diikuti sebanyak 2.890 orang penari, digagas oleh Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto.

Tarian kolosal (tari piring.red) melibatkan pelajar dari tingkat SMP/sederajat hingga SMA/sederajat se-Solsel.



Kerennya lagi tari piring dengan jumlah penari sebanyak itu berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan pegelaran penari terbanyak.

Artikel Lainnya

loading…


Piagam Rekor MURI diterima langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol.Fakhrizal dan sang inisiator pegelaran Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto. Piagam dari MURI, diserahkan Senior Manager MURI, Triono.

Ramainya penari membuat jalanan dari dua sisi perempatan simpang Padang Aro, baik dari arah Muara Labuh maupun dari arah kabupaten Kerinci Jambi. Sekitar masing-masing satu kilometer tiap sisi badan jalan dipenuhi penari piring mileneal.

Mereka menggunakan penutup kepala dari kain panjang menyerupai tanduk kerbau, memakai kain kamban dan memakai sepasang piring untuk menari.

Kapolda Irjen Pol.Fakhrizal mengatakan pegelaran tari piring dengan jumlah anak mileneal terbanyak sengaja diadakan untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan.

“Sekaligus, memperkenalkan nagari Saribu Rumah Gadang dan beberapa objek wisatanya ke Dunia luar,” sebutnya.

Ia mengharapkan, kegiatan pagelaran tari piring ini mampu mengangkat nama Sumbar dan menjadi promosi untuk Solsel. Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan adat budaya Miangkabau,” katanya.



Diharapkan Fakhrizal, kegiatan ini tidak terhenti sampai dicatatkan di rekor MURI saja. “Pelestarian budaya ini, diharapkan terus berlanjut kedepannya,” katanya. (Rel)

 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bimbingan Konseling

Strategi Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi

Melalui teknologi, peserta didik bisa maksimal menerima layanan Bimbingan dan Konseling. Memberikan layanan bimbingan dan ...