Beranda - Headline - Kapolda, Danrem dan Gubernur Sumbar Kunjungi “Kampung Tangguh” Payakumbuh
Kapolda, Danrem dan Gubernur Sumbar Kunjungi “Kampung Tangguh” Payakumbuh
Kapolda, Danrem dan Gubernur Sumbar Kunjungi “Kampung Tangguh” Payakumbuh

Kapolda, Danrem dan Gubernur Sumbar Kunjungi “Kampung Tangguh” Payakumbuh

Print Friendly, PDF & Email

Menurut Dony, Posko yang didirikan sejak akhir Maret secara swadaya oleh warga Perumnas Kubang Gajah ini telah berhasil mencegah penularan Covid-19, mampu mendisiplinkan warga, mengatasi dampak sosial dan ekonomi bahkan telah berhasil menurunkan angka kejahatan karena posko ini berkerja 1×24 jam.

“Keberadaan Kampung Tanggap Covid-19 ini merupakan wujud dari kesadaran dan kedisiplinan yang kuat dari warga sebagaimana dimaksud Jokowi. Hanya saja, dalam hal ini, warga tidak hanya patuh terhadap protokol kesehatan tetapi ikut andil secara swadaya dan aktif mendukung pemerintah mendisiplinkan warga dan menciptakan lingkungan yang aman dari Covid-19″, terang Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan.

Lebih jau Dony mengungkapkan,berkat inisiatif, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh dari warga secara swadaya menjaga lingkungan dari wabah Covid, tidak berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah tetapi berinisiatif bahu membahu bersama warga mengatasi permasalahan yang ada, posko ini telah menerima bantuan dari Walikota Payakumbuh, Ketua DPRD Kota Payakumbuh dan elemen masyarakat lainnya.



Kapolres Payakumbuh ini juga telah memberikan piagam penghargaan kepada Aiptu Mulia Raja (Ketua RW.03) bersama dua orang Ketua RT yang telah menggagas berdirinya Kampung Tangguh tersebut pada 14 April 2020 lalu serta bantuan APD, Sembako dan dukungan operasional untuk Posko Kampung Tangguh ini.

Ketua RW 03, Aiptu Mulia Raja sebagai salah satu penggagas berdirinya kampung tangguh mengatakan, bahwa Posko Kampung Tangguh Kubang Gajah mencakup 1 RW, 4 RT dan 2700 penduduk.



<<< Sebelumnya

Selanjutnya>>>

[ 1 ]   [ 2 ]   [ 3 ]   [ 4 ]



 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Lolos Verifikasi dan Tes Kesehatan, Pasangan Calon Walikota Solok Reinier- Andri Maran Siap Bergerak Cepat

Spiritsumbar.com,Solok– Sampai siang ini, KPUD Kota Solok baru hanya menyatakan tiga pasangan bakal calon kepala ...