Jumat , 17 September 2021
Depan - DPRD Sumbar - Kader Kosgoro Sumbar Ingin Kembalikan Kejayaan Masa Lalu
Taragak Basuo kader Kosgoro Sumbar
Taragak Basuo kader Kosgoro Sumbar

Kader Kosgoro Sumbar Ingin Kembalikan Kejayaan Masa Lalu

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Padang – Gelak tawa dengan nada yang kadangkala memerahkan telinga bergema silih berganti di salah satu ruang pertemuan Hotel Kryad Bumi Minang, Sabtu (21/10/2017) malam.

Walau berasal dari ragam usia, namun tidak menjadi penghalang dalam gelak tawa. Malahan ada diantara mereka yang memasuki generasi tua. Seperti, Mirwan Pulungan, Chandra dan beberapa nama lain. Di Tahun 1990-an, mereka ini tergabung dalam Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro Sumatera Barat.
Artikel Lainnya

loading…


Ada kelompok kedua, yang tergabung dalam kelompok Generasi Muda (GM) Kosgoro Sumbar. Mereka adalah H. Wahyu Iramana Putra, John Edwar Roni, Nofi Sastra, Syahdan Nur, Ardi Arif, Chandra Gunanda, Masril dan beberapa nama lainnya.

Sementara yang yunior adalah Gerakan Mahasiwa (Gema) Kosgoro dengan militansinya mengangkat berbagai kegiatan sosial. Mereka yang hadir adalah Syaharman Zanhar, Joni Anwar, Antonov, Saribulih, Harmi ZA, Sonny Syahreno  dan beberapa nama lainnya.

Walau dengan kelompok yang berbeda, para kader Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong (Kosgoro) ini seperti tidak memiliki batas dalam berdiskusi dan cengkrama. Gelak tawa dengan canda yang kadangkala memerahkan telinga bagi yang baru mendengarnya selalu menghiasi posko Hermes. Suatu Posko yang terletak di Jalan Pemuda sampai  reformasi bergelora.

Kesan indah, seperti kembali terjadi saat pertemuan taragak basua Kader Kosgoro pada hari tersebut. Walau mereka telah tergabung dalam satu organisasi induk PDK Kosgoro 1957, namun kenangan bersama dalam wadah berbeda tersebut tetap mengemuka. Misalnya, Syafdan Nur yang selalu diidentikkan dengan GM Kosgoro. Padahal, salah satu pejabat di Dishub Kota Padang itu juga bagian dari PDK Kosgoro 1957 Sumbar.

Suasana makin terasa kental dengan Syafrudin Syarif (Ketua PDK Sawahlunto), Syafri Yusuf, Jasril Jack Dt. Pintu Langik (Ketua PDK Kabupaten Solok), Mahlil Usman (Ketua PDK Pasaman Barat), Wahyudi Thamrin (Ketua PDK Payakumbuh), Datuak Lung (Ketua PDK Padang Pariaman), Syahrial, Harmi ZA (Ketua PDK Limapuluh Kota), Rosy Hadi Putra, Rifandy Pratama, Yul Abrar (Ketua PDK Kota Solok), Darpius Indra (Ketua PDK Pesisir Selatan).

Dalam pertemuan yang penuh dengan guyonan itu, Mirwan Pulungan menegaskan Kosgoro harus mampu mengembalikan jati dirinya. “Sebelumnya, Kosgoro selalu sebagai penentu dalam mengambil keputusan. Malahan, keberadaan Kosgoro sangat diperhitungkan oleh Partai Golkar. Begitu juga dalam penempatan seseorang di pemerintahan. Ke depan, kita ingin mengembalikan power Kosgoro. Hal itu akan bisa terjadi jika dipimpin oleh orang yang memiliki militansi tinggi dan berjiwa petarung,” ujarnya.

Di sisi lain, mereka yang hadir menyepakati untuk mengoptimalkan sekretariat Kosgoro di Komplek GOR H. Agus Salim sebagai sumber kegiatan ekonomi. “Kosgoro itu juga dikenal dengan sumber kegiatan ekonomi. Sementara saat ini hanya saya dan Mirwan yang masih berkiprah di sektor koperasi,” ujar Chandra yang diaminkan Wahyu Iramana Putra.



Taragak basuo yang digagas dr. Afando Ekardo, Nofi Sastra dan Syaharman Zanhar itu juga bertekad untuk kembali mengimplementasikan Tri Darma Kosgoro ke tengah masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kita ingin membangun negeri ini dengan semboyan yang kita miliki, yakni Pengabdian, Kerakyatan dan Solidaritas,” ujar Nofi Sastra.

Pertemuan itu, tidak membahas kandidat yang akan memimpin PDK Kosgoro 1957 Sumbar untuk lima tahun mendatang. Namun anehnya, mereka yang hadir seakan telah bersepakat agar H. Wahyu Iramana Putra bersedia untuk dicalonkan.

“Kita tentu tidak ingin Kosgoro mati suri. Namun, saya sangat menghargai senioritas. Oleh sebab itu, lima tahun lalu saya tidak ingin maju. Tapi, kali ini saya ingin kita bersama sama untuk membesarkan Kosgoro. Jadi kita, juga tidak ingin penundaan Musda disebabkan oleh masalah dana,” ujar Wahyu Iramana Putra yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang ini.

Editor : Saribulih

Baca juga:

loading…


Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

PN Pulau Punjung Vonis Mantan Anggota DPRD Dharmasraya 5 Tahun Penjara

SPIRITSUMBAR.com, Dharmasraya – Pengadilan Negeri (PN) Pulau Punjung, jatuhkan vonis 5 tahun penjara pada Mantan ...