Senin , 27 September 2021
Depan - Headline - K3S Kecamatan Harau Adakan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah

K3S Kecamatan Harau Adakan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah

Print Friendly, PDF & Email

Menindaklanjuti dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Harau mengadakan wokshop peningkatan kompetensi.

Zetriadi, S.Pd selaku ketua pelaksana melaporkan, sebagai dasar pelaksanaan kegiatan adalah dari rapat kepala sekolah yang mengisyaratkan seorang kepala sekolah harus menigkatkan kompetensi dirinya. Peserta kegiatan workshop adalah seluruh kepala sekolah yang berada di Kecamatan Harau dengan jumlah 40 orang. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 16 sampai 17 Maret 2019 bertempat di Hotel Sago Bungsu II Tanjung Pati.

Materi kegiatan membahas tentang tugas kepala sekolah dibidang manajerial, kewirausahaan dan supervisi pendidik dan tenaga kependidikan dengan narasumbernya Feri Fren, Kepala Dinas Pendidikan serta koordinator wilayah Kecamatan Harau.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota Indrawati,S.Pd.MM. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini secara madiri oleh K3S. Mudah-mudahan kegiatan ini akan dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah sehingga nantinya aka dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kecamatan Harau dan umumnya di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, seorang kepala sekolah selalu dihadapi dengan berbagai macam permasalahan, Semua itu akan bisa diselesaikan dengan kompetensi dan keprofesionalan yang dimiliki.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Dinas tentang aturan Zonasi yang harus dipahami oleh seorang kepala sekolah. Hal ini diatur dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sebagai seorang kepala sekolah harus memahami peraturan tersebut agar tidak terjadi permasalahan di dalam pengimplementasiannya. Dalam pasal 41 point d secara tegas disampaikan, Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota memberikan sanksi kepada kepala sekolah , guru, dan/atau tenaga kependidikan berupa teguran lisan, penundaan atau pengurangan hak, pembebasan tugas, dan/atau pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.

Mudah-mudahan kepala-kepala sekolah dapat memahami dan menindaklanjuti peraturan tersebut, tegasnya. (Feri Fren)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Ini atlet Apriana Nasution yang turun pada nomor boulder perorangan putri

Panjat Tebing PON XX Papua, Tiga Atlet Sumbar Lolos pada Babak Kualifikasi

SPIRITSUMBAR.com, Mimika – Tiga atlet panjat tebing Sumatera Barat berhasil lolos pada babak kualifikasi pada ...