Beranda - Covid19 - Jelang Lebaran, Masuk Sijunjung Harus Diperketat

Jelang Lebaran, Masuk Sijunjung Harus Diperketat

Print Friendly, PDF & Email

Spiritsumbar.com, Sijunjung – Status zona hijau Kota Solok dari Pandemi Covid 19 akhirnya pupus. 2 warga Kota Solok dinyatakan positif Covid-19.

Tinggal dua daerah lagi yng masih dalam lingkaran zona hijau Pandemic Covid 19. Ini yang harus waspada jangan sampai lalai dan lengah.

Untuk itu bagi masyarakat dari luar provinsi masuk ke dua daerah ini harus di perketat kepengawasanya. Lengah sedikit maka akan terjadi hal yang tak di inginkan.



Khusus kegiatan hari ini, di Kab. Sijunjung, PMI juga melakukan penyemprotan disinfektan, baik di kedai-kedai, swalayan dan lainnya.
“Saya sangat berharap, membana kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Kab. Sijunjung, agar jangan sampai kecolongan dan kebobolan, atau setelah terjadi baru kita menyadari,” ujar Ketua Forum Kab.Sehat Sijunjung (FKSS) Fajar Septrian, SE didampingi praktisi lingkungan pakde Pri Selasa (19/5/2020).


Artikel Lainnya

loading…


Seperti berita di spiritsumbar.com bukan berarti menunjukkan celah jalan tikus dari daerah lain masuk ke Kab.Sijunjung. Tapi itu mengingatkan Tim GTPP Covid 19 Kab.Sijunjung, agar lebih siap siaga dan selalu waspada. Itu informasi sangat berharga dari awak media.

Ditambahkan, dia sangat mengharapkan kinerja pemantauan Posko GTPP Covid 19 Kab. Sijunjung khususnya dari Dishub agar seperti truk-truk besar ekspedisi barang dari luar Prov. masuk ke Kab .Sijunjung juga dilakukan pemeriksaan kesehatannya, bagi para supir maupun kernetnya, atau orang yang berada dalam mobil tersebut jangan dibiarkan lewat melenggang kangkung saja, ujarnya.

Fajar Septrian menambahkan, dari informasi bagi masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan baik dari Kemensos, Kemenkes dan kemendes, rumah warga yng sudah mendapatjkan BLT Rp 600.000/bln dalam jangka 3 bulan katanya di pasang stiker. Hal itu agar tidak terjadi tumpang tindih 1 keluarga dapat bantuan ebih dari satu dan katanya rumah warga ditempel stiker.
Pertanyaannya: Lanjut Fajar Septrian, yang menempelkan stiker di rumah warga yang sudah terima BLT itu siapa?

“Hal ini sangat menarik dibahas dan sekarang pakde Pri saja yang memberikan tanggapan atau masukan,” ujar Fajar Septrian.

Kalau stiker tersebut diberikan kepada warga yang terima BLT, saya pesimis tidak akan dipasang kadang kala lupa. Kalau yang menempelkan di rumah warga tersebut itu pak Jorong diduga juga ndak mungkin,. Pak Jorong juga ada kesibukannya. Lantas bagaimana tersolosikan dan tercapai sasarannya

Sebaiknya masyarakat yang sudah terima BLT itu, untuk memasang stiker, berdayakan relawan Tugas Percepatan Penangaban Covid 19, dari relawan PMI atau yang lain juga bisa .

Mekanismenya sehari atau 2 hari setelah terima BLT warga tersebut relawan mendatangi pak Jorong, minta data yang kemarin warga barusan menerima BLT, dengan didampingi pak Jorong relawan itulah yang menempelkan stiker di rumah warga tersebut,.

In Syaa Allah azas pemerataan bakal terlihat dan tldak ada yang tumpang tindih keluarga double terima bantuan. Sebab yang belum merenima lainnya masih dalam proses, paparnya. (Riyon Tidar)

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Walikota Sawahlunto gelar jumpa pers terkait covid19

Gangguan Lambung, Pasien Positif Covid Sawahlunto dirujuk ke SPH

Spiritsumbar.com, Sawahlunto – Walikota Sawahlunto menyampaikan, terhadap 2 orang pasien positif Covid19 di Sawahlunto telah ...