Beranda - Berita Pilihan - Jelang HUT TNI ke 75, Koramil 10 Koto Baru Berbagi Masker

Jelang HUT TNI ke 75, Koramil 10 Koto Baru Berbagi Masker

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Dharmasraya – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang ke 75 pada tahun 2020, Anggota Koramil 10 Koto Baru Bersama anggota Polsek Koto Baru serta pemerintah Nagari Koto Baru,membagikan ratusan masker kepada warga yang berada di pasar Koto Baru pada Rabu (23/9/2020) dalam bentuk kepedulian TNI di masa pandemi Covid 19.

Dandim 0310/SS Letkol Inf Endik Hendra Sandi, S.Sos., M.I.Pol. melalui Danramil 10 Koto Baru Kapten Inf Haryono saat ditemui awak media di Koramil 10 Koto Baru mengatakan jelang HUT TNI yang ke 75 pada tanggal 5 oktober 2020. Kemudian dalam bentuk kepedulian TNI di masa pandemi Covid 19.

“Kami dari Anggota Koramil 10 Koto Baru bersama Anggota Polsek Koto Baru serta pemerintah Nagari Koto Baru membagikan ratusan Masker kepada warga yang berada di pasar Koto Baru.



“Dengan adanya Tatanan Kehidupan Baru atau yang dikenal dengan New Normal, dalam masa pandemi Covid 19. Dan kita sekarang ini di wajibkan mematuhi Protokol Kesehatan dengan wajib memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Apa lagi ada perintah Kementerian Kesehatan, kini semua warga yang hendak keluar rumah wajib menggunakan masker. Anjuran itu sesuai dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Bagi masyarakat, dapat menggunakan masker kain yang bisa dicuci berkali-kali. Namun tetap menjaga jarak 1 – 2 meter. Apalagi saat ini dengan adanya dengan adanya perda propinsi suamtera barat nomor 15/5B/tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam masa padamic covid 19.

“Melihat kondisi tersebut kami dari Koramil 10 Koto Baru, mengimbau kepada masyarakat Kecamatan Koto Baru, wajib menggunakan masker jaga kebersihan dan jaga jarak. Patuhi protokol kesehatan pada saat ini. Kalau bukan kita siapa lagi,” ujarnya. (eko)

Tip & Trik

loading…


 

Tentang Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

50 ASN Lakukan Pelanggaran Netralitas di Pilkada 2020

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) terjebak pelanggaran netralitas pemilihan kepala daerah ...