Depan - Berita Pilihan - JBB, Ringankan Beban Para Janda dan Dhuafa

JBB, Ringankan Beban Para Janda dan Dhuafa

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Jumat Berkah Berbagi memasuki pekan 35, pada Jumat, 19 Nopember 2021. Pelaksanaan santunan untuk anak yatim yang awalnya terasa berat ini justru makin mendapat perhatian dari para donatur.

Menariknya, kegiatan ba’da Shalat Jumat ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, beberapa jamaah Masjid Al Quwait juga menyatakan kesediaannya sebagai donatur tetap.

Sementara Noli (40) merasa bersyukur adanya kegiatan Jumat Berkah Berbagi di Masjid Al Quwait. Walau berjarak hampir 1 km dari rumahnya, janda dengan 4 anak ini merasa sangat terbantu. Dia juga mengaku anaknya ikut merasa senang. Karena selain mendapat bantuan uang, dia juga diberi makanan ringan dan susu kotak.

“Walau anak saya merasa senang. Apalagi, kuenya selalu berbeda setiap JBB. Karena mereka bergantian, maka mereka saling berbagi dengan kakak dan adiknya yang diundang. Apalagi, kue yang dibagikan banyak jenisnya” ujar Noli yang baru ditinggal suami 3 bukan lalu.

Terkait Pendidikan Peduli, dia sangat berharap sekali. Karena, 3 dari 4 buah hatinya masih di bangku sekolah.

“Yang sulung, Kelas IX di Tsanawiyah. Sedangkan nomor 2 dan 3 di SD. Hanya si bungsu yang belum sekolah, ” ujarnya.

Koordinator Jumat Berkah Berbagi (JBB), Herwaty Taher mengaku sangat termotivasi dengan kepedulian para donatur. Hal ini ujar perempuan yang akrab dipanggil Cece ini telah berlangsungnya JBB sebanyak 35 pekan. Ditambah lagi, dengan JBB Pendidikan Peduli yang akan memasuki semester ketiga.

Sementara program tahunan, juga ada Jumat Berkah Berbagi Cerah Berhari raya (JBB Ceria). “Khusus JBB Ceria dalam bentuk santunan untuk kaum dhuafa. Ini sudah kita lakukan pada hari raya 1442 H, ” ujarnya.

“Sebelumnya, para donatur memang hanya dari Rumah Gadang Basamo (RGB) Alumni SMA 1 Padang saja. Tapi, saat ini juga berasal dari beberapa elemen masyarakat. baik individu maupun kelompok, ” ujarnya disela sela kegiatan JBB pekan 35 di Masjid Al Quwait, Jumat (19/11/2021).

Dia berterimakasih pada para donatur yang telah berbagi rezeki melalui program JBB ini. selain itu, Mualaf ini juga berharap dukungan JBB Pendidikan Peduli yang dilaksanakan setiap awal semester.

“Di awal semester ganjil 2021/2022 kita bagikan santunan untuk 40 anak yatim. Mereka menerima Rp 400 ribu untuk tingkat SMA/SMK/MA. sedangkan SMP/MTs Rp350 ribu dan SD/MI sebanyak Rp300 ribu,” ujarnya.

Khusus untuk semester genap tahun pelajaran 2021/2022 ini, Herwaty Taher berharap ada penambahan jumlah santunan dan jumlah penerima. “Jumlah anak yatim di Kelurahan Banuaran ini, 160 orang. Kita akan saring dari mereka ini yang betul-betul membutuhkan. Mudah mudahan pada santunan besok bisa untuk 60 orang, ” ujarnya.

Ketua RT 03/RW 11 M. Nasri yang ikut hadir pada JBB pekan 35 sangat mendukung program santunan ini. Menurutnya, JBB merupakan program yang mempertemukan pihak dermawan dan yang membutuhkan.

“Saat ini para donatur butuh yang riil. Artinya, donasi yang dia berikan jelas penerimanya. Program JBB Masjid Al Quwait jelas penerimanya dan terprogram setiap pekan. Semoga ini terus berlanjut dan makin mendapat dukungan para dermawan, ” ujarnya.

Menariknya ujar M. Nasri, program dilaksanakan di hari Jumat. Secara langsung, mengajak penerima, khusus laki laki untuk shalat Jumat. “Apalagi, Jumat dalam Islam merupakan hari istimewa dibanding hari lainnya, ” ujarnya.

Video pilihan : Kiprah Muslim Sejati

Sementara, Penanggung Jawab JBB, Saribulih berharap target ini bisa tercapai. Untuk itu ujarnya, dukungan kaum muslim sebagai donatur sangat diharapkan.

“Jika ada yang ingin menyumbang pakaian, tas, buku dan keperluan sekolah lainnya, juga kita terima dan kita salurkan pada mereka yang membutuhkan, ” ujarnya.

Para donatur yang ini berinfak, sedekah, bisa menghubungi Herwaty Taher di nomor 0852 6353 7902 atau Saribulih 0812 678 8357 (Salih)

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

KI Jabar : Kalau Bersih Kenapa Risih

SPIRITSUMBAR.com, Bandung  – Keterbukaan informasi (KI) di Jabar masih sama dengan daerah lain, masih terus ...