Kamis , 23 September 2021
Depan - Pendidikan - Artikel - Jangan Lupakan Sejarah

Jangan Lupakan Sejarah

Print Friendly, PDF & Email

Oleh : Muhayatul/ Ketua PW. Pemuda Muhammadiyah Sumbar

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri” ungkapan ini pernah di sampaikan oleh bung karno. Negara kesatuan Repuplik Indonesia (NKRI) adalah bangsa yang besar dan memiliki banyak sejarah.

Mulai dari zaman sebelum kemerdekaan hingga sekarang, dimana masyarakat indonesia menikmati kemerdekaan dengan gaya dan caranya masing-masing sesuai kondisi kehidupan yang beragam. Sebagai generasi penerus bangsa kita harus tahu sejarah perjuangan bangsa ini. Baik sejarah merebut kemerdekaan dalam melawan penjajah maupun sejarah bangsa dalam menumpas gerakan separatis yang akan menghancurkan kedaulatan NKRI ini.

September adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dimana pada bulan September ini terjadi peristiwa besar yang hampir saja meruntuhkan kedaulatan NKRI. Tragedi ini dikenal dengan gerakan 30 September/ Partai Komunis Indonesia yang disingkat dengan G 30 S/PKI.

Dalam sejarahnya kita ketahui bahwa Peristiwa itu terjadi pada tanggal 30 September 1965. Ini merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia. Akibat kekejaman PKI ini tujuh perwira tinggi militer pada saat itu disiksa dan di bunuh.

Sebagai bentuk penghargaan kepada tujuh jenderal itu maka mereka dianugrahkan gelar pahlawan Revolusi.

Banyak diantara generasi sekarang yang tidak tahu lagi dengan sejarah bangsanya sendiri. Jadi untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air, rasa memiliki dan untuk mengenang jasa para pahlawan dipandang perlu generasi penerus bangsa wajib tahu dengan sejarah bangsanya dan jangan sampai lupa dengan sejarah.

Berkaitan dengan pro kontra nonton bareng film pemberontakan G 30 S/PKI, menurut saya tidak perlu menjadi perdebatan panjang dan menjadi pemasalahan besar. Sehingga menghabiskan energi dan munculnya berbagai alasan untuk mempertahankan agar film G 30 S/PKI tidak lagi di tonton oleh masyarakat Indonesia.Generasi bangsa ini harus tahu dengan sejarah bangsanya. 

Bagi saya poinnya adalah bahwa peristiwa pemberontakan G 30 S/ PKI itu benar-benar ada dan peristiwa ini terjadi dalam sejarah bangsa indonesia. Faktanya adalah ada pembunuhan terhadap jenderal-jenderal dan ada upaya kudeta ketika itu.

Lalu persoalan apakah naskah dan alur film G 30 S/PKI yang ada sekarang sesuai atau tidak sesuai dengan sejarah yang sebenarnya? Wallahu A’lam Bishawab.

Saya selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera barat mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar mau membuka diri, berdiskusi secara baik dan elok agar fakta sejarah terungkap. Sehingga tidak ada sejarah bangsa ini yang terlupakan, terlepas sejarah itu pahit ataupun manis bagi bangsa ini.

Mari kita lestarikan sejarah dan jaga persatuan dan kesatuan bangsa jangan sampai terjadi perpecahan antar sesama anak bangsa agar bangsa kita menjadi bangsa yang benar-benar besar.

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Bertekad Tetap Informatif, Pessel Gelar Bimtek Pemeringkatan untuk PPID Pembantu

SPIRITSUMBAR.com, Painan – Agenda besar tahunan yang dilakukan oleh PPID Utama Kabupaten Pesisir Selatan (Kab.Pessel) ...