Minggu , 26 September 2021
Depan - Berita Pilihan - Jaga Kearifan Lokal Minangkabau, Saatnya Sumbar Punya Perda Penyiaran

Jaga Kearifan Lokal Minangkabau, Saatnya Sumbar Punya Perda Penyiaran

Print Friendly, PDF & Email

SPIRITSUMBAR.COM, Padang – Perda penyiaran perlu untuk menjaga nilai kearifan lokal minangkabau.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Sumatera Barat, Syamsul Bahri, saat menerima kunjungan silaturrahmi KPID Sumbar di ruang rapat komisi 1 DPRD Prov Sumbar, 4 Januari 2020.

Menurutnya, perlu menampung masukan-masukan masyarakat agar kemudian dapat dihasilkan perda penyiaran yang sejalan dengan semangat digitalisasi media. Namun memiliki rambu-rambu yang selaras dengan nilai kearifan lokal, khususnya penyiaran di Sumatera Barat. “Oleh karenanya, masukan-masukan dari KPID juga diharapkan,” ujar Syamsul Bahri.



Syamsul Bahri yang juga mendapat penghargaan dari KPID Sumbar sebagai Tokoh Peduli Penyiaran pada Anugerah KPID Sumbar 2020 tersebut, juga menegaskan bahwa Komisi 1 tetap komitmen mendukung penguatan kelembagaan KPID. “Komisi 1 akan terus mendukung anggaran dan kegiatan-kegiatan KPID,” tegasnya.

Afriendi Sikumbang, Ketua KPID Sumbar, mengucapkan terimakasih kepada Komisi 1 atas kepedulian yang komitmen memberikan dukungan anggaran kepada KPID.

“Dengan perhatian tersebut, berarti Komisi 1 terus mendukung penyelenggaraan penyiaran yang lebih baik di Sumbar. Sehingga kami tetap bekerja mengawal moralitas di tengah masyarakat melalui pengawasan konten siaran di TV dan radio di Sumatera Barat,” ujar Afriendi.

Senada, Komisioner KPID Jimmi Syah Putra Ginting, menyampaikan, Ketua Komisi 1 DPRD Sumbar, Syamsul Bahri ditetapkan sebagai Tokoh Peduli Penyiaran pada Anugerah KPID Sumbar 2020. Hal sama, Sekretaris Komisi 1, H. M. Nurnas juga mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Penyiaran.

Kunjungan silaturrahmi tersebut turut dihadiri jajaran Komisioner KPID Sumbar, Andres, Robert, dan Ardian.

Tip & Trik

loading…


 

Profil Saribulih

mm
Seorang praktisi pers yang juga bergerak dibidang pendidikan. Menulis dan berorganisasi merupakan hal yang mutlak baginya. Prinsipnya, seorang guru harus jadi penulis, karena dengan menulislah cakrawala dan kemampuan akan terus terasah. Organisasi juga suatu kebutuhan, karena bisa dimanfaatkan untuk bertukar pikiran

Baca Juga

Novrianto

Ughang Piaman di Padang Cari Pemimpin

SPIRITSUMBAR.com, Padang – Ughang Piaman di Kota Padang sambuah alah banyak e. Nah untuk menguatkan ...